'Kota Energi' Miskin Listrik


Tomohon, ME

Hingga berita ini dibuat, kondisi Kota Tomohon dalam keadaan gelap gulita. Hal ini memicu banyak persoalan bagi masyarakat. Baik dalam melangsungkan aktifitasnya maupun untuk kebutuhan penerangan dalam rumah tangga. Tidak terkecuali para awak media di biro Tomohon. Di mana posisi insan pers saat menyusun sajian berita terkena dampak pemadaman listrik ini. Tak pelak, sejumlah wartawan mengeluhkan kondisi ini karena pemberitaan jadi terlambat. Hal itu diungkapkan oleh John Paransi kepada Manado Express, Rabu (4/11). "Pemadaman listrik ini sangat mengganggu pekerjaan pers dalam proses pemberitaan. Semua akhirnya terlambat. Resikonya adalah pembritaan jadi terlambat, bahkan tertunda. Di Kota Tomohon terdapat sumber energi besar tapi kami merasa miskin listrik" keluh Paransi yang juga wartawan senior di Tomohon.

Ironisnya, Kota Tomohon adalah lumbung energi di Pulau Sulawesi. Tetapi energi yang berasal dari perut bumi Tomohon malah tidak dikecap secara memadai oleh masyarakat Kota Tomohon. Apalagi Kota Tomohon saat ini sedang gencar-gencarnya dipromosikan sebagai 'Kota Energi' lewat berbagai kegiatan oleh Pemerintah Kota. Berce Umboh, warga Pangolombian mengutarakan perasaan kecewanya terhadap pemadaman listrik di kampungnya. "Pemadaman listrik yang sering terjadi setiap hari hingga 2-3 kali, sangat mengganggu pekerjaan kami. Saya kecewa karena hal ini merugikan kami dalam memproduksi mebel dan perabot rumah tangga lainnya. Padahal sumber energi yang dipasok untuk listrik, juga berasal dari sini," ungkap Umboh yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang kayu.

Kepala Bagian (Kabag) Humas PT. Pertamina Geothermal Energi (PGE), Arie Turangan mengatakan, energi untuk listrik memang disuplay dari PGE ke Perusahaan Listri Negara (PLN) Tanggari. "Daya yang disalurkan dari PGE ke PLN mencapai 60-70 mega dalam bentuk uapnpembangkit listrik," ucap Turangan saat berjumpa dengan sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/11).

Kabag Humas PGE mejelaskan soal pemadaman listrik yang sering terjadi, itu adalah tanggung jawab dari PLN. "Debit air di sungai Tondano memang berkurang, menyebabkan terjadi pemadaman listrik di Sulawesi Utara terutama Kota Tomohon. PGE hanya menyalurkan energi dalam bentuk uap pembangkit listrik. Sedangkan pembagian penyaluran listrik adalah kewenangan dari PLN," jelas Turangan. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors