Foto: Kegiatan penanganan dan pendampingan balita gizi buruk.(Foto.Ist)
Tomohon Waspada Gizi Buruk
Tomohon, ME
Kesehatan menjadi salah satu sektor penting yang intens diseriusi Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon. Buktinya, meski kasus gizi buruk belum ditemukan di Kota Bunga, beragam langkah antisipasi terus dilakukan.
Bertempat di Aula Rumah Sakit Bethesda Tomohon, diadakan kegiatan penanganan dan pendampingan balita gizi buruk. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkesos) Kota Tomohon ini, dihadiri Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak, Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) Bethesda Tomohon dr Mario Moningka, S Radiologi, Kepala Dinkesos dr Deesje Liuw M Biomed serta para kader kesehatan se-Kota Tomohon.
Walikota Tomohon dalam sambutannya menyatakan ungkapan syukur sebab status gizi balita di Kota Tomohon sangat baik. Hal ini didukung dengan tidak ditemukannya kasus gizi buruk selama 8 tahun (2007-2015) berturut-turut. Artinya, semuanya telah melakukan suatu tindakan baik dalam bekerja sama antara pemerintah dengan masyarakat dalam hal ini para kader yang bekerja membantu program pencegahan kasus gizi buruk di Kota Tomohon.
“Pendampingan gizi buruk adalah kegiatan dukungan dan layanan bagi keluarga dan kader kesehatan agar dapat mencegah dan mengatasi masalah gizi (gizi kurang/gizi buruk) anggota keluarganya. Pendampingan dilakukan dengan cara memberikan perhatian, menyampaikan pesan, menyemangati, mengajak, memberikan pemikiran/solusi, menyampaikan layanan/bantuan, memberikan nasihat, merujuk, menggerakkan dan bekerja sama,” jelas Walikota.
Selanjutnya bertujuan menekan angka gizi kurang dan gizi buruk, melalui upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak balita Kurang Energi Protein (KEP).“Pendampingan kasus gizi buruk juga dapat dilakukan oleh kader kesehatan selama 1 bulan diikuti tiga bulan pada setiap sasaran,” kuncinya.(victor rempas)



































