Foto: Longsor di Tinoor waktu yang lalu. (Foto Hendra Mokorowu)
Waspadai Penyakit dan Bencana Alam di Masa Transisi Kemarau ke Hujan
Tomohon, ME
Memasuki bulan November, kemarau panjang mulai mundur perlahan diganti dengan cuaca berawan. Perubahan cuaca ini berpotensi turunnya hujan. Sejumlah tempat di Propinsi Sulawesi Utara (Sulut), telah dilanda hujan. Meski belum selebat daerah lain di Sulut, Kota Tomohon telah mengalami hujan walau tidak merata.
Merespon gelagat alam ini, Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman SE Ak mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur tapi waspada dalam melakukan aktivitas. "Walau tudak merata, mari kita syukuri bersama karena beberapa lokasi di Tomohon kini mulai mengalami hujan 'rinte-rinte'. Ini menandakan kita sekarang memasuki masa transisi dari kemarau ke hujan. Diingatkan juga bagi masyarakat, untuk mewaspadai masa transisi kemarau ke hujan ini berpotensi timbulnya berbagai penyakit," ajak Eman.
Kondisi ini pun belum dapat menjamin akan kebutuhan air di Kota Tomohon. Baik untuk keperluan rumah tangga maupun pertanian dan perkebunan. Untuk itu, Walikota mengatakan, untuk kepentingan rumah tangga, masyarakat tidak perlu kuatir. "Silahkan memanfaatkan penyaluran air yang dilakukan oleh Pemerintah Kota dan organisasi lainnya," ujar Eman dalam rilis Humas Pemkot, Jumat (30/10).
Selanjutnya Kabag Humas & Protokol, FF Lantang SSTP menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya kebakaran lahan, hutan dan rumah. Juga tanah longsor yang mungkin terjadi jika musim hujan datang. "Walikota mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tomohon yang selalu menjaga suasana yang aman dan damai dalam hidup bermasyarakat," ujar Lantang. (hendra mokorowu)



































