Polres Minsel Rilis Hasil Otopsi Kerangka Yang Ditemukan di Liningaan
Amurang, ME
Setelah sempat tertunda selama dua hari, akhirnya Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan (Minsel) merilis hasil otopsi kerangka manusia yang ditemukan 21 Oktober lalu di Desa Liningaan Kecamatan Maesaan.
Dalam konfrensi pers yang dilakukan di Mapolres Minsel, Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel menyampaikan hasil otopsi yang dilakukan tim dokter forensik universitas Sam Ratulangi.
Hasil otopsi jenazah ciri-ciri korban berjenis kelamin laki-laki panjang badan 160 cm. Diperkirakan korban beumur 20 sampai 30 tahun.
Jenazah memiliki rambut warna hitam lurus panjang kira-kira 3 cm. Gigi muka 1 sebelah kanan atas copot. Gigi muka 3 sebelah kiri atas tidak erupsi. Rahang bawah kehilangan muka 1 kiri. Glabela menonjol, orbital: horizontal lebih panjang dari vertikal dan berjenis kelamin laki-laki.
Di kepala tidak ada tanda kekerasan. Tulang dada 6 cm dibawah pundak terdapat patah dengan respan darah disekelilingnya. Dalam lambung terdapat sisa makanan yang belum tercerna. Daerah diafragma terdapat resapan darah luas.
Polres juga merilis barang yang dikenakan korban yakni baju bertuliskan 'P, ada' warna dasar putih dan telah menjadi agak kecoklatan karena tanah. Korban memakai kalung besi putih, juga didapati terdapat kain warna abu-abu.
Korban juga memakai celana panjang jeans merek nevada warna biru dan ada ikat pinggang denim warna hitam pada sisi atas berwarna putih. Pada kepala ikat pinggang terdapat lambang salib di tengah lingkaran.
Selain itu korban juga memakai celana pendek olah raga warna hijau strip memanjang warna hitam dan pada bagian kanan depan terdapat angka 6. (jerry sumarauw)



































