Foto: Saat Eman sedang memaparkan program-program jika terpilih lagi sebagai Walikota Tomohon. (Foto Hendra Mokorowu)
Eman SAS Sambangi Komunitas Kitsang
Tomohon, ME
Langkah berani diperagakan pasangan Jimmy F Eman dan Syerly Adelyn Sompotan (Emas). Berhadapan dengan komunitas Kitsang Kota Tomohon. Beragam 'serangan' pun menyasar calon Walikota dan Wakil Walikota itu. Mulai nyanyian-nyanyian bernada kritis hingga titipan ide untuk mendongkrak Kota Bunga ke puncak lebih tinggi.
Kitsang merupakan tempat bersejarah bagi orang Tomohon. Di rumah kopi yang terletak di jantung kota inilah berawal bincang-bincang soal rencana pembentukan Kota Tomohon.
"Tempat ini punya nilai historis," ungkap Walikota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak (JFE) saat berkunjung di komunitas Kitsang, Kamasi Tomohon Tengah, Selasa (27/10).
Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari para jurnalis dan aktivis ke pasangan Emas. Terutama soal capaian-capaian konkrit yang mampu dibangun JFE saat memimpin Tomohon hingga program-program yang akan dibuat ke depan.
Merespon pertanyaan-pertanyaan itu, Eman menegaskan jika program unggulan yang dibawa maju ke pemilihan Walikota - Wakil Walikota Tomohon merupakan program yang sedang dijalankan sekarang.
"Program pembangunan di bidang pertanian menjadi unggulan kami. Ini karena sekitar 70 persen masyarakat Tomohon adalah petani. Kami akan mengadakan pengembangan infrastruktur dan program-program menyangkut kelancaran dan kemajuan bidang pertanian," ungkap Eman.
Kemudian untuk program di bidang pendidikan dan kesehatan, Eman memastikan akan berupaya untuk ditingkatkan lagi. "Alokasi dana anggaran untuk pendidikan dari 10 persen dan kesehatan hanya 20 persen, kami akan upayakan untuk lebih dinaikan lagi. Untuk kesehatan, tahun ini sudah 70 persen masyarakat telah ditanggung pemerintah kota. Di tahun 2016, seluruh masyarakat Kota Tomohon akan dibebaskan 100 persen dari biaya kesehatan," ujarnya.
Eman menjelaskan, mengenai pencabutan Satuan Pengamanan Kota Tomohon (SPKT) merupakan suatu ketelitian dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan. "SKPT tidak dapat dibayarkan dengan menggunakan APBD. Tetapi kami akan berusaha mencari sumber dana untuk pengelolaanya. Kita akan berusaha untuk mengaktifkan kembali SKPT tersebut, tentunya dengan mencari sumber dana," jelas Eman.
Sementara itu, disentil mengenai keberadaan bendi di Kota Tomohon, Eman mengatakan tetap akan menjaga kelangsungan alat trasportasi tradisional ini.
"Bendi itu sumber ekonomi banyak warga Tomohon. Bendi juga sangat membantu dalam promosi Kota Tomohon Kota Pariwisata Dunia," tandasnya.
"Kebanyakan turis asing, apalagi dari China, mereka sangat antusias bertransportasi menggunakan Bendi. Jika ada Bendi yang rusak karena tua, maka kita akan mengupayakan untuk memberikan bantuan dalam bentuk program usaha mikro kecil menengah," sambung JFE.
Terkait pemeliharaan dan pelestarian kebudayaan Minahasa Tombulu, Syerly Adely Sompotan (SAS) menuturkan, jika terpilih, bersama JFE akan membuat konsep untuk pengembangan seni budaya. Berbagai usaha seius untuk mempertahankan kekayaan tradisi budaya akan dilakukan.
"Kita akan membentuk sanggar seni di setiap kelurahan. Kemudian akan digelar iven-iven bertajuk seni budaya," aku SAS.
Diskusi Emas bersama komunitas Kitsang ini dihadiri para jurnalis yang melakukan kerja liputan di Kota Tomohon, para aktivis, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang dimotori Ketua KNPI Kota Tomohon Arther Wuwung, beserta sejumlah warga Kota Tomohon. (hendra mokorowu)



































