Foto: Para siswa SMP Kristen di Bandung.
Kronologis Keberangkatan Puluhan Siswa SMP Kristen Tomohon
Tomohon, ME
Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Kristen Tomohon, Rody D Tulung SPd, menjelaskan kronologis keberangkatan tim marching band haleluya. Untuk diketahui oleh warga Sulawesi Utara dan masyarakat Kota Tomohon bahwa keikutsertaan ini adalah inisiatif paguyuban orang tua dari anggota club yang baru terbentuk pada awal Bulan September 2015. “Semua biaya disepakati adalah tanggung jawab panguyuban. Karena diawal pertemuan dengan orang tua pada minggu terakhir Agustus 2015. Awalnya, saya sebagai Kepsek menyatakan tidak siap karena tidak ada anggaran ataupun dana untuk hal itu. Namun secara spontan orang tua yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan siap menanggung dana sebesar 4 juta per peserta,” jelas Tulung
Tulung menyesalkan soal kesepakatan antara orang tua siswa yang belum terealisasi. “Tetapi kenyataannya sampai saat ini sebagian besar orang tua siswa yang tergabung dalam paguyuban belum memenuhi tanggungan itu. Panitia Panguyuban sendiri baru terbentuk pada tanggal 1 September 2015,” sesalnya
Selanjutnya sebagai wujud tanggung jawab sekolah, Kepsek mengatakan, upaya memulangkan para siswa sudah mulai dilakukan. “Karena ada 44 siswa, kami sudah akan mentransfer biaya tiket pulang untuk kloter pertama sejumlah 7 siswa. Hal ini disesuaikan dengan kapasitas yang lowong pada ‘sheet’ pesawat. Diupayakan seluruh siswa SMP yang menjadi anggota Marching Band akan dipulangkan di Minggu ini. Jadi Pihak sekolah bertanggung jawab penuh dalam masalah ini. Pendanaan proses pemulangan adalah dari sekolah bukan dari pihak-pihak lainnya,” ucapnya.
Begitu juga keikutsertaan ke-6 guru yang mendampingi para siswa, mereka membayar tiket masing-masing. Justru para pengurus panguyuban yang adalah perkumpulan para orang tua marching band di sekolah ini mereka yang mengatur semuanya. “Saat ini sudah ada beberapa siswa yang telah kembali bersama orang tua mereka. Perlu diinformasikan bahwa sampai saat ini tidak ada keluhan atau keberatan dari para orang tua siswa yang ikut dalam kegiatan ini karena mereka yang tahu persis untuk pendanaan kegiatan ini yang semuanya dari mereka,” ungkap Tulung. (hendra mokorowu)



































