Foto: Para siswa berfoto di Tugu Monas
Pemkot Berupaya Pulangkan Puluhan Siswa SMP
Tomohon, ME
Puluhan siswa yang terlantar di Jakarta berasal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen Tomohon. Mereka berhasil meraih juara umum pada lomba Marching Band di Bandung. Tim keseluruhan yang berjumlah 91 orang, sudah termasuk orang tua siswa yang mendampingi. Puluhan siswa ini mengikuti lomba tanpa sepengetahuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Kristen Tomohon, Rody D Tulung SPd mengakui, Pemkot Tomohon tidak tahu dan tidak terlibat dalam persoalan keberangkatan tim. “Sebab sebelumnya, kami belum mengkomunikasikan hal ini sehingga tidak melibatkan Pemkot Tomohon. Tim Marching Band merupakan utusan paguyuban dan bukan utusan Pemkot Tomohon. Mereka berangkat ikut lomba atas inisiatif panguyuban dan orang tua dari anak-anak marching band haleluya,” aku Tulung.
Kepsek menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkot Tomohon. khususnya, kepada Walikota, Jimmy Feidie Eman SE Ak. “Saya sebagai Kepsek beserta Guru/Pegawai SMP Kristen Tomohon meminta maaf kepada Pemkot Tomohon. Lebih khusus kepada Walikota Tomohon atas pernyataan yang mencuat di media sosial online maupun media massa lainnya sehingga menyudutkan Walikota. Berkaitan dengan masalah kepulangan para siswa yang tertunda karena belum tersedianya biaya tiket pulang Club Haleluya Marching Band di SMP Kristen Tomohon. Soal kepulangan puluhan siswa tersebut, sepenuhnya tanggung jawab pengurus panguyuban dan orang tua yang menjamin lewat dana yang dijanjikan,” cerocos Tulung.
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi mengatakan, keikutsertaan puluhan siswa dalam lomba ini diatur sendiri oleh pengurus paguyuban. Melalui dukungan dan persetujuan penuh para orang tua siswa dengan menyediakan pendanaan bagi masing-masing anak mereka. “Untuk keberangkatan yang melibatkan para siswa yang ada di sekolah tersebut, tanpa sepengetahuan Pemkot Tomohon. Informasinya, tim marching band ini juga berangkat bersama para siswa dari SMK dan SMA yang merupakan alumni SMP Kristen Tomohon. Pemkot Tomohon berupaya keras dengan melakukan koordinasi berbagai pihak untuk mengatur kepulangan para siswa tersebut ke Tomohon,” Ujar Mogi. (hendra mokorowu)



































