Petani Cengkih Kembali Duduki DPRD


Manado, ME

Himpunan Petani Cengkih (HPC) kembali mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Mereka meminta janji dari para anggota dewan menyangkut pergumulan para petani.

Max Karaseran, selaku Sekretaris HPC menuturkan, musim kemarau membuat para petani cengkih melarat. Baginya ada banyak tanaman cengkih yang mengalami kekeringan. Apalagi dalam situasi sekarang yang rawan kebakaran banyak pohon cengkeh yang lenyap. "Hingga sekarang belum ada tindakan konkrit dari pemerintah. Bantuan supaya dirasakan petani pada umumnya tidak sampai kepada kami," keluhnya.

Mereka berharap pemerintah bertindak lebih cepat. Disebabkan, banyak dari mereka hanya menggantungkan harapan pada komoditas cengkeh. "Untuk itu kami meminta sumbangan bibit," paparnya.

"Ke depan akan terjadi proses kemiskinan. Bahkan membuat rawan pangan. Maka diharapkan cukai rokok pun dapat membiayai korban-korban ini," tukasnya.

Mereka pun mempertanyakan mengenai pembagian biaya cukai dengan pemerintah sekitar Rp 80 Miliar. "Dikemanakan yang merupakan sumbangan sekitar 80 Miliar dari petani, sebab kami sudah di masa sulit,"  ungkap Boy Tangkau.

"Kami berharap pun dana alokasi untuk bantuan kebakaran hutan, diperuntukkan juga untuk para petani cengkih yang pohonnya kena imbas," tandasnya.

Wakil ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut menuturkan akan membawa suara tersebut ke pemerintah provinsi. "Kebetulan kami ada pembahasan KUA-PPAS dengan mereka maka akan kami sampaikan. Makanya kami mengundang beberapa utusan untuk hadir mendengarkan yang akan disampaikan," ungkapnya.

Aspirasi para petani tersebut langsung disampaikan ke sidang pembahasan KUA-PPAS saat itu juga. "Dalam sidang ini kami membawa beberapa utusan petani untuk mendengarkan, mereka meminta bantuan bibit pohon, mempertanyakan dana pembagian 80 miliar," ungkap Wakil Ketua DPRD, Marthen Manopo dalam sidang.

Sekretaris pemerintah provinsi, Ir Siswa Rahmat Mokodongan mengungkapkan,  2016 akan memberikan bantuan bibit agar para petani dapat menanam kembali. "2016 pasti akan diberikan dua ratus ribu  (200.000) bibit cengkih," paparnya. (tim me)



Sponsors

Sponsors