Foto: Ishak Sugeha. (foto ist)
PT. TAP Kebut Pemasangan 4 Kubah
Komisi II Kritisi Progres Pembangunan MRBM
Kotamobagu, ME
Komisi II Dewan Perwakilan Dakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menyoroti perkembangan pembangunan proyek lanjutan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM), yang dilaksanakan oleh PT Tirtadhea Addonics Pratama (TAP). Pasalnya, para wakil rakyat mempunyai analisis teknis bahwa pekerjaan proyek yang menelan dana APBD tahun 2015 sebesar Rp16 Miliar itu akan mandek.
Wakil Ketua Komisi II Ishak R Sugeha, menyebutnya sebagai reinkarnasi pada pekerjaan yang dilaksanakan PT Waskita Karya pada tahun 2013 silam, yang hanya mencapai angka 80 persen.
Namun, persoalan pelik yang timbul itu disebut tidak lepas dari proses yang ada di Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Bagian Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.
“ULP harus turut bertanggung jawab atas proses pelaksanaan proyek fisik MRBM. Saya yakin dan percaya, manajemen kontraktor saat ini tidak mampu menyerap anggaran sebesar Rp16 Miliar, hingga akhir tahun anggaran nanti. Dari analisa teknis yang saya pahami, PT TAP ini kelihatan tidak professional. Baik untuk mobilisasi peralatan dan penggunaan peralatan,” tegas Ishak.
Ishak yang juga konsultan pekerjaan fisik ini menambahkan, untuk penggunaan peranca dengan bambu, akan berdampak pada keamanan pekerja.
“Seharusnya menggunakan peranca yang lebih permanen. Ingat, pekerjaan ini sangat beresiko. Mengingat, ini pekerjaan struktur hingga penutupan kubah,” tambah Ishak.
Upaya pemanggilan kepihak PT TAP kemungkinan besar akan diambil oleh DPRD. Sebab, selain anggaran yang begitu besar, terkesan tidak adanya transparansi dalam perkembangan pekerjaan mega proyek tersebut.
“Kita telah meminta dokumen kontrak dari PPK, PA dan PPTK, tapi sejauh ini belum diserahkan. Kita butuh dokumen itu untuk dapat mensinkronkan sejauh mana pekerjaannya. Sehingga, kita bisa melihat sudah berapa persen pekerjaan mereka,” tambah Ishak.
Hal senada dikatakan anggota Komisi II lainnya, Jusran Deby Mokolanud. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, tingkat perhatian terhadap pekerja oleh PT TAP tidak terlihat.
“Misalnya, untuk peranca dari bambu itu sangat berdampak pada keselamatan pekerja. Selain itu, standar K3 juga tidak terlihat,” kata Jusran.
Terpisah, Koordinator pekerjaan MRBM PT TAP, Junaidi menyebutkan bahwa segala pekerjaan telah dilakukan sesuai dengan prosedur. Baik untuk pelaksanaan fisik hingga keselamatan pekerja.
“Dalam kontrak, ada dua poin yakni pengecoran plat lantai dengan pemasangan kubah. Untuk saat ini, pekerjaan plat lantai sudah bisa mencapai angka lima persen. Nah untuk pemasangan kubah, saat ini sudah, tinggal pembuatan rangka untuk kubah. Insya Allah dalam dua minggu ini, kita akan memasang empat kubah kecil,” jelas Junaidi.
Junaidi juga menyentil soal keselamatan pekerja. Menurutnya, PT TAP telah menyediakan peralatan untuk pekerjaan baik yang ada dalam standar K3, hingga BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita siapkan di lapangan untuk peralatan pekerja. Cuman pekerja saja yang tidak ingin menggunakan. Saya juga selalu mengingatkan kepada para pekerja agar mengutamakan keselamatan,” tambah Junaidi.
PT TAP pun optimis akan menyelesaikan pekerjaan hingga sisa waktu yang tersedia.
“Hingga detik ini, kami belum melakukan pencairan dan masih menggunakan dana perusahaan. Kita fokus kerja dulu,” tambah Junaidi.(yadi mokoagow/media sulut)



































