Estimasi Kerugian Akibat Kekeringan dan Kebakaran Lahan di Minsel 99,4 Miliar


Amurang, ME

Kerugian lahan perkebunan akibat kekeringan dan kebakaran lahan perkebunan yang terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mencapai miliaran rupiah. Dari data Dinas Perkebunan Minsel, perkiraan kerugian mencapai Rp.99,4 miliar.

"Setelah dihitung,  Estimasi kerugian 99,4 miliar. Itu dari data sementara saja dan akan bertambah karena masih terjadi kebakaran lahan," ungkap Sekretaris Dinas Perkebunan Minsel Max Weken, di ruang kerjanya, Senin (19/10).

Dia menjelaskan, setidaknya ada 2.794,54 hektar lahan perkebunan mengalami kekeringan dan 745 hektar lahan perkebunan 17 kecamatan di Minsel terbakar.

"Kerugian terbanyak terjadi pada tanaman pohon cengkeh dimana kerugiannya mencapai 56,2 miliar. Sementara untuk tanaman pohon kelapa 11,7 miliar, tanaman kakao 10,9 miliar, tanaman pohon aren 5,7 miliar dan tanaman pala 3,7 miliar," jelasnya.

Dia mengatakan, sejak awal september pihaknya sudah mengumpulkan data dari desa ke desa. Namun dalam melakukan pendataan pihaknya mengalami kendala karena tidak ada anggaran.

"Kita sempat mengalami kesulitan dalam mendata karena tidak ada dana untuk itu.

"Kebijakan ini inisiatif sendiri dari pimpinan. Tidak ada dana sama sekali karena tidak tertata dalam APBD," sambungnya.

Selanjutnya dia mengatakan, data ini telah dilaporkan ke BPBD  Minsel dan Dirjen Perkebunan.

"Kita berharap kedepan pemerintah pusat bisa memberikan bantuan kepada petani  yang mengalami kerugian lewat kelompok tani," harapnya. (jerry sumarauw).



Sponsors

Sponsors