Komisi IV Sidak Unima

Respon Keluhan-Keluhan Masyarakat


Tondano, ME

Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut) yang diketuai James Karinda, Sekretaris Fanny Legoh bersama anggota Muslimah Mongilong, Rita Lamusu dan Norry Supit, kembali menjalankan tupoksi sebagai anggota dewan untuk turun lapangan. Kamis (1/10), para wakil rakyat tersebut melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Universitas Negeri Manado (Unima), untuk melihat langsung masukan-masukan dari masyarakat mengenai permasalahan yang ada di perguruan tinggi tersebut.

Dalam sidak ini, Komisi IV diterima oleh Rektor Unima Prof. Dr. Philoteus E.A. Tuerah, M.Si, DEA, didampingi Pembantu Rektor (PR) Satu, Dua, dan Tiga, bersama staf Rektorat.

Lebih lanjut dijelaskan para wakil rakyat Sulut, maksud dan tujuan dari sidak tersebut untuk mengcek mengenai perkuliahan mahasiswa yang berasal dari Kepulauan Yapen. Sebab pada waktu lalu, ada indikasi mahasiswa yang bersal dari daerah ini tidak mengikuti perkuliahan tapi sudah ujian dan sudah diwisuda.

“Persoalan lain yang dicek terkait ijasah palsu yang beredar di Minahasa. Yang sudah banyak sampai di daerah-daerah lain. Di antara mereka ada yang guru,” ungkap para legislator.

Pihak Rektorat Unima menjelaskan, untuk mahasiswa dari Kepulauan Yapen yang berjumlah 263 orang, memang benar sudah ujian dan diwisuda. “Saat wisuda dihadiri oleh Bupati dan Ketua Dewan dari Kepulauan Yapen. Mereka memang benar tinggal melanjutkan ujian di Unima sebab di Yapen sudah ada dosen-dosen yang mengajar di sana tapi harus diwisuda di Unima,” jelas Tuerah.

“Mereka ini dibiayai oleh pemerintah daerah mulai dari SPP, transport, tempat tinggal,” sambungnya.

Untuk persoalan ijasah palsu para guru yang sudah ramai di Minahasa, pihak Unima sudah laporkan ke Polisi. “Saya sudah melapor ke pihak Polres Minahasa untuk mengusut tuntas masalah ijasah dimana ijasah palsu yang diterbitkan memakai nama dan tanda tangan saya selaku rektor Unima,” ungkap Tuerah.

“Saya sangat mengecam tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Ini sangat merugikan nama baik saya dan universitas ini. Saya sudah menyerahkan semua ke pihak berwajib untuk mengusut tuntas masalah ini,” terang Rektor Unima yang sudah menjabat dua periode ini.

Ketua Komisi IV DPRD Sulut, James Karinda menjelaskan, di lain waktu Komisi yang membidangi masalah pendidikan ini juga akan mengundang kepada pihak rekotorat Unima jika ada masukan-masukan dari masyarakat mengenai Unima.

“Kami sendiri sangat siap. Jika ada lagi temuan-temuan masalah soal Unima, saya siap diundang ke kantor DPRD provinsi,” jawab rektor Tuerah, merespon pernyataan tersebut. (joyke watania)



Sponsors

Sponsors