Foto: James Karinda.(ist)
Komisi IV Hearing Kemenag Sulut
Terkait Jemaah Haji Sulut
Manado, ME
Gembar-gembornya berita tak mengenakkan karena musibah-musibah yang terjadi di tanah Mekah Arab Saudi, memantik tanda tanya soal keberadaan jemaah haji asal Sulawesi Utara (Sulut) yang pergi beribadah di sana. Berdasar hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut melalui Komisi IV memanggil Kementerian Agama Provinsi Sulut untuk melakukan dialog menyangkut keadaan para jamaah yang pergi maupun sederet program dari instansi keagamaan ini, Rabu (30/9).
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulut, Drs H. Suleman MPd menuturkan, mereka mendapat kehormatan karena boleh dipanggil oleh DPRD Sulut melakukan dialog bersama. Ia mengungkapkan, hal penting yang dibicarakan menyangkut jemaah yang berangkat ibadah Haji. Masalahnya beberapa hari terakhir terdengar beberapa kabar yang tidak mengenakkan terjadi di tanah suci. “Pembicaraan kami khusus keadaan jemaah Haji yang berangkat untuk ibadah,” aku dia.
Dari Sulut yang melakukan ibadah ke sana ada 548 orang. Kesemuanya dalam keadaan yang baik. Diketahui, beberapa musibah yang terjadi paling tidak ada 3 masalah besar. “Tiga masalah itu pertama runtuhnya kreo tapi tidak ada jemaah haji Sulut yang korban. Kedua adanya kebakaran di pemondokkan di hotel hanya saja orang Sulut yang meninggal, ketiga musibah tragedi Mina alhamdulilah tidak ada orang sulut yang terkena, karena jalur Mina itu berbeda dengan jalur yang dilalui oleh orang kita terlebih Sulawesi Utara, begitu juga Asia tenggara berada di jalur yang lain,” jelasnya.
Mereka yang berangkat ini akan segera mungkin tiba di Indonesia khususnya di Sulut. Kloter 10 akan tiba 15 Oktober dan Kloter 11 tanggal 16 Oktober. “Saya mengundang mari torang jemput mereka bersama-sama,” bebernya.
Ketua Komisi IV, James Karinda menuturkan, pokok pembicaraan yang dilakukan sekitar tentang jemaah haji dari Sulut yang berangkat, perkembangannya dan penanganannya. Selain itu untuk mengetahui aktifitas Kemenag Sulut seperti program peningkatan kerukunan beragama. “Mereka gambarkan semuanya baik-baik saja. Untuk itu kita memberikan apreasiasi kepada Kemeng tentang penanganan jemaah haji,” paparnya. (tim me)



































