Foto: Ilustrasi.
Kisah ‘Kom-Kom Ci’ Berujung Polisi
Bupati Boltim Aniaya ‘Bocah Ingusan’
Modayag, ME
Wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim) gempar. Sang Bupati berulah. Warga tercengang menyaksikan aksi ‘brutal’ orang nomor satu di daerah mereka. Seorang ‘bocah ingusan’ jadi korban aksi penganiayaan yang tersaji di hadapan publik itu. Tak pelak, kepala daerah tersebut langsung dipolisikan rakyatnya.
Malang nasib yang menimpa Noval Ariel Sumendap (17), warga Bangunan Wuwuk, Kecamatan Modayag, Kabupaten Boltim. Rabu (30/9) kemarin, sekitar pukul 18.00 Wita, ia berjumpa kesialan itu. Noval dianiaya oleh Bupati Boltim, Sehan Lanjar, saat Sehan sedang terlibat adu mulut dengan warga setempat.
Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, kejadian bermula saat Welly Rompas bersama istrinya Poppy Mokoginta, hendak pulang ke rumah usai dari usaha miliknya dengan mengendarai mobil jenis L300. Saat melintasi jalan raya, Welly terhenti karena ada rombongan Bupati Boltim dari arah Modayag menuju Kotamobagu. Saat itu, ramai warga di samping jalan ingin menyapa Eyang (Sapaan akrab Bupati Boltim).
Ratusan pasang mata itu pun beramai-ramai melabaikan ‘salam tiga jari’, angka yang menjadi nomor urut Eyang dalam pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boltim Desember mendatang. Pun begitu dengan Welly beserta istrinya. Keduanya turut melambaikan salam tiga jari.
Saat melewati pasangan suami istri paruh baya tersebut, tiba-tiba saja Eyang berhenti dan langsung menuju ke arah kendaraan Welly dan melontarkan nada acaman. Karena Eyang menduga Welly orang yang berteriak istilah ‘kom-kom ci’ terhadapnya.
“Saya tidak tahu alasan apa, tiba-tiba Eyang datang menghampiri saya dan istri saya dan langsung mengeluarkan kata-kata ancaman. Bupati bilang, ‘awas kamu nanti, kita so kanal pa ngana’,” kata Welly, saat mengadu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bolmong.
Tak berselang lama, saat Eyang mengancam Welly, Satgas yang mendampingi calon kepala daerah itu, ikut mendekat dan hendak memukul Welly. Melihat kejadian itu, warga sekitar yang bertepatan berada di samping kendaraan milik Welly, langsung memisahkan puluhan Satgas tersebut. Bahkan seorang saksi mata, Masri Rompas, yang sempat melerai aksi tersebut sempat terkena bogem mentah dari Satgas Eyang.
“Ia, saya dipukul dari arah belakang saat melerai para Satgas yang hendak memukul Welly,” terangnya.
Suasana pun makin ricuh. Puluhan warga terlihat saling membantu melerai para Satgas yang sudah dikuasai emosi. Nah, saat itulah Noval, bocah ingusan yang awalnya hanya ingin melihat kedatangan rombongan Bupati, kena tamparan dari Eyang.
Noval saat dimintai keterangan mengaku, dirinya saat kejadian itu berada di samping kanan mobil milik Welly. Tiba-tiba tanpa sebab, Eyang langsung menampar pipi kanan Noval secara berulang.
“Saya tidak tahu alasan apa Bupati menampar saya. Saya merasa keberatan dengan sikap Bupati tersebut. Makanya saya melaporkan kejadian itu ke pihak yang berwajib,” aku Noval, sembari memperlihatkan bagian kanan wajahnya yang bengkak.
Noval yang sedang mengenyam pendidikan di SMTK Elsaday Moat tersebut, berharap agar apa yang menimpa dirinya bisa mendapat perlakuan hukum yang adil. “Saya berharap Polisi bisa menuntaskan masalah ini. Saya meminta keadilan,” tandasnya.
POLISI ‘BIDIK’ EYANG
Pihak Polres Bolmong secara resmi telah menerima laporan penganiayaan dari warga. Dalam laporan tercatat, aksi itu dilakukan oleh Bupati Boltim Sehan Landjar.
Kepala Polres Bolmong, AKBP William Simanjuntak SIK, melalui Kanit SPKT ‘A’ Aiptu Holdensa Minggu, turut membenarkan kejadian tersebut.
“Laporan sudah diterima dan selanjutnya akan diserahkan ke Reskrim untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Holdensa.
Kepada media ini, pihak Polres Bolmong memastikan akan menuntaskan kasus tersebut. Pihak terlapor pasti akan diperiksa.
‘KOM-KOM CI’ DISINYALIR JADI PEMANTIK
Sejumlah warga mengaku sangat menyesalkan kejadian penganiayaan yang dilakukan Bupati Boltim terhadap rakyatnya. Kepada Media Sulut, mereka mengungkapkan jika cerita ‘kom-kom ci’ yang diduga memancing emosi Bupati sehingga melakukan aksi tersebut.
“Sayang, seorang Bupati sampai melakukan tindakan seperti itu. Kepada rakyatnya lagi dan di depan banyak orang. Bupati bilang, om Welly kata ada bataria kom-kom ci. Makanya dia turun dari oto kong langsung bataria pa om Welly,” ungkap saksi mata yang masih enggan namanya ditulis.
Kisah ‘kom-kom ci’ diakui kini telah menjadi pembicaraan masyarakat Boltim. “So jadi rahasia umum itu. Ceritanya dimulai dari Bupati sendiri. Katanya, saat kontraktor-kontraktor perempuan di Boltim datang meminta proyek kepadanya, dorang langsung duduk di pala-pala pa Bupati. Beliau bilang, dia kan laki-laki normal jadi dia lei langsung ba ramas,” tutur sumber, sembari memperagakan kepalan tangan terbuka-tertutup, yang oleh masyarakat kemudian disebut dengan istilah ‘kom-kom ci’.
“Kom-kom ci kwa itu biasa kalu torang bermain pa anak-anak kong manyanyi kom-kom ci sambil buka-tutup tu tangan,” sambungnya menjelaskan.
Sejumlah warga yang hadir di Polres Bolmong turut membenarkan kisah ‘kom-kom ci’ yang memang ramai jadi buah bibir warga Boltim itu.
Pihak Bupati ketika dikonfirmasi melalui juru bicaranya Uyun Pangalima, terkesan enggan memberikan tanggapan. Di-SMS dan dikirimi pesan via BBM, tak kunjung dibalas. Saat ditelpon berulang-ulang, tak menjawab. (endar yahya/media sulut)



































