Luar Biasa, Dalam 5 Tahun PAD Manado Meningkat 244 Persen


Manado, ME

Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Manado dalam lima tahun mengalami peningkatan luar biasa, dalam 5 tahun terakhir Manado mampu mencatatkan peningkatan sebesar 244 %, tertinggi dari 15 kabupaten kota di Sulut.

Tercatat sejak tahun 2010 Manado hanya mampu membukukan PAD sebesar 72.404.996.767 miliar rupiah, kemudian pada tahun 2011 terjadi peningkatan menjadi 132.210.650.825 miliar rupiah atau terjadi peningkatan sebesar 78 persen dari tahun sebelumnya, kemudian pada tahun 2012 kembali mengalami peningkatan menjadi 149.019.275.000 miliar rupiah dan mengalami peningkatan sebesar 12.8 persen dari tahun sebelumnya, pada tahun 2013 kembali mengalami peningkatan menjadi 181.832.626.300 miliar rupiah atau mengalami pertumbuhan sebesar 24.4 persen dan di tahun 2014 PAD kota Manado kembali mengalami lonjakan menjadi 248.480.328.000 miliar rupiah dan mencatatkan angka pertumbuhan 37 persen.

Dengan pertumbuhan PAD yang stabil dapat dilihat keseriusan pemerintah kota Manado dalam mengelola sektor-sektor pendapatannya guna meningkatkan kemandiriannya dan sedikit demi sedikit mulai mengurangi tingkat ketergantungannya terhadap pemerintah pusat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Manado Bart Assa mengungapkan bahwa pencapaian ini tak lepas dari program-program unggulan pemerintah yang telah disiapkan dengan matang sebelum di implementasikan di lapangan. Apalagi dengan kondisi Manado yang mempunyai beragam kultur yang berbeda-beda sehingga perencanaan yang sesuai dengan wilayah serta melakukan pemetaan terhadap sumber-sumber PAD potensial yang dimiliki Manado perlu untuk dilakukan. selain itu Assa juga menambahkan meskipun potensi yang dimiliki oleh Manado begitu besar namun apabila pengelolaannya tidak sesuai maka sumber-sumber potensi PAD yang ada bisa tidak terkelola dengan maksimal.

Pakar keuangan daerah Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) DR. Debby Ch Rotinsulu SE. MSi mengungkapkan, pencapaian Manado dalam beberapa tahun belakangan pantas untuk ditiru kabupaten/kota lainnya baik dari segi pemaksimalan potensi-potensi yang dimiliki agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) agar tidak lagi "menetek" ke pemerintah pusat dan hanya berharap melalui dana perimbangan berupa Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun dari segi keterbukaan pengelolaan anggaran. "kan sebelumnya dari segi keterbukaan Manado sebelumnya selalu mendapatkan Disclaimer atau menolak memberikan opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga pada bisa mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) bukan pekerjaan yang muda," ungkap Rotinsulu.

Walikota Manado GSV Lumentut mengungkapkan, pencapaian yang berhasil dilakukan oleh Manado dalam meningkatkan PAD serta tingkat kemandiriannya merupakan hasil kerja semua elemen baik pemerintah maupun semua elemen masyarakat, terlebih peran besar masyarakat kota Manado yang selalu mengutamakan kebersamaan dan kemauan untuk bertumbuh dan terus berkembang menjadi faktor kunci meraih semua pencapaian yang yang ada, "ini semua berkat partisipasi besar masyarakat dalam menunjang kinerja pemerintahan," tutup Lumentut.(tim me)



Sponsors

Sponsors