Foto: Keberadaan Kota Tahuna Diselimuti Asap Tebal.
Kabut Kiriman Kalimantan 'Bungkus' Sangihe
Tahuna, ME
Kondisi iklim di Kabupaten Sangihe dan sekitarnya mendadak berubah. Langit yang biasanya cerah kini nampak pekat. Kabut asap yang tengah membalut udara di wilayah Sangihe jadi pemicu situasi ini. Beragam dampak bermunculan. Dari terusiknya aktifitas warga hingga pencemaran udara yang kian cepat menyebar. Paling fatal, kesehatan warga terancam.
Produk asap yang membungkus Sangihe diduga kuat berasal dari kebakaran lahan yang kini tengah melanda Tanah Borneo. Penyebab utama melajunya penyebaran asap ini disinyalir akibat kondisi angin yang mengarah tepat ke daerah kepulauan.
Terpantau Media Sulut, iklim yang dipenuhi asap tebal nampak jelas terlihat baik siang maupun malam. Kabut asap tebal tersebut mengganggu pemandangan yang ada di Sangihe. Bahkan atas kondisi ini, aktifitas warga di Kabupaten Sangihe dan sekitarnya terganggu beberapa hari belakangan ini.
Buntutnya, keluhan dari warga setempat mulai bermunculan. Seperti yang diungkapkan salah satu warga Kota Tahuna, Fadly Tahulending. Kata dia, sudah beberapa hari ini alam di Sangihe tampak dikerumuni asap tebal.
“Pemandangan seperti ini tidak biasanya terjadi. Awalnya kami mengira ini hanya kabut biasa yang akan langsung lenyap. Ternyata sudah berhari-hari kondisinya tidak berubah, bahkan semakin parah karena intensitas kabut asap yang semakin banyak,” tutur Fadly Kalase.
Atas kondisi ini, dirinya mewakili warga lainnya berharap ada tindakan cepat dari pemerintah untuk melakukan antisipasi. "Sudah seyogyanya ada tindakan antisipasi dari Pemkab Sangihe sebelum keadaannya bertambah parah. Karena yang kami khawatirkan kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan warga," pintanya.
Senada disampaikan Meri Manoi, warga Tahuna. Sangat penting menurut dia ada tindakan cepat dari pemerintah. Mengingat, perekonomian masyarakat juga terancam dengan kondisi ini.
“Jika perekonomian masyarakat terganggu, akibatnya bisa fatal. Makanya pemerintah harus sigap,” seru Meri Manoi.
Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Jabes E Gaghana SE ME ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengakui jika kondisi Sangihe beberapa hari terakhir ini memang sedang dikerumuni asap tebal. "Asap ini kiriman dari wilayah Kalimantan," tegas Gaghana.
Demi menghindari dampak buruk akibat kondisi ini, Jabes menganjurkan setiap warga agar menggunakan masker penutup hidung. “Yang paling ditakutkan dari situasi semacam ini yaitu mudahnya warga terserang ISPA. Untuk mengatisipasi hal ini, saya anjurkan warga agar menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah,” kata dia. (rindu makikui/media sulut)



































