Jago Merah Teror Masyarakat Bolmut


Bolmut, ME

Bencana jago merah merajalela di wilayah Nyiur Melambai. Dampak musim kemarau yang terjadi selang beberapa bulan terakhir ini, mengakibatkan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kebakaran hutan. Setelah Minahasa, Minahasa Utara, Tomohon, Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan, kini si jago merah meneror masyarakat Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Sejumlah lahan di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong) terbakar. Bencana kebakaran mengancam kehidupan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Tanas BNW). Dimana kawasan tersebut, habitat berbagai macam hewan langkah, serta beberapa jenis tumbuhan khas Sulut. Polisi Kehutanan (Polhut) Tanas BNW sigap mengambil tindakan dan langsung menurunkan sejumlah personil untuk memadamkan kobaran api.

Sampai berita ini dikabarkan, Polhut bersama Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Personil Kodim Bolmong telah membentuk tim dan sedang melakukan pemadaman api. Yakni kebakaran di wilayah Kecamatan Lolak, meliputi Desa Pindol Mauk dan Totabuan. Begitu juga di Kecamatan Sangtombolang yakni Desa Bumbung, Lolanan dan Bolangat.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah 3 Maelang, William Tengker SH, Mhum selaku pemimpin tim pemadam mengambil gerak cepat dengan menurunkan tim ke lokasi kebakaran. "Saat ini personil yang turun di lapangan dibagi menjadi beberapa kelompok. Strategi ini perlu dilakukan karena lokasi kebakaran sangat luas," tutur Tengker.

Selanjutnya, Kasi PTN menghimbau keras kepada warga masyarakat untuk bersama-sama mejaga fingsi hutan. "Jika membuka lahan perkebunan jangan dengan cara dibakar. Apabila ada yang kedapatan, maka kami tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas. Karena saat ini, pembakaran lahan perkebunan sangat membahayakan lingkungan hutan," tegas Tengker.

Eerik Umboh, warga Minahasa yang sempat melewati lokasi kebakaran melaporkan keadaan di wilayah tersebut. "Kondisi sebagian wilayah Bolmong sampai saat ini masih diselimuti kabut asap. Namun belum separah yang terjadi di beberapa daerah lain," ungkap Umboh kepada Manado Express, Selasa (29/9). (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors