Foto: Aksi si jago merah di hutan 'kano-kano' Gunung Lokon.
'Waspada, Jago Merah Gentayangan'
Tomohon ME
Momok menakutkan hantui masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Teror kebakaran bergentayangan di berbagai tempat. Termasuk di Kota Tomohon. Terlebih khusus bagi warga Kota Tomohon yang ikut merasakan dampak psikologis bencana kebakaran. Dalam jangka waktu sebulan saja, terjadi beberapa kasus kebakaran.
Awal September 2015, kebakaran lahan terjadi di Sea dan Warembungan, wilayah Kabupaten Minahasa. Kemudian mulai merembet hingga ke perkebunan dan hutan ke wilayah Kota Tomohon. Rabu (9/9), peristiwa memilukan, bencana kebakaran menimpa warga Kota Tomohon, yakni rumah milik Keluarga Pratasik-Undap dan Undap-Siga di Kinilow. Jumat (11/9), si jago merah kembali beraksi di lahan persawahan Kelurahan Matani Tomohon Selatan.
Aksi si jago merah paling fenomenal saat melalap hutan di badan Gunung Lokon, Rabu (23/9). Kebakaran hebat ini spontan menghebohkan seluruh warga Kota Tomohon. Seluruh elemen masyarakat bersama aparat TNI/POLRI, Pemerintah dan LSM KPA, bermapalus untuk memadamkan api.
Sejarah adalah pengalaman yang berharga. Sedangkan pengalaman adalah guru terbaik. Berdasar pada peristiwa kebakaran yang dialami, Pemerintah Kota Tomohon melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ronny Lumowa SSos Msi menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat, jangan sembarang melakukan pembakaran.
"Untuk itu, kembali diingat-ingatkan kepada seluruh komponen masyarakat, waspadalah terhadap potensi kebakaran di perumahan. Jangan membuang puntung rokok berapi sembarangan. Di musim panas ini, jangan ada pembakaran lahan. Hentikan segala bentuk pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan," tegas Lumowa saat menjumpai sejumlah wartawan di Kantor Walikota Tomohon, Senin (28/9). (hendra mokorowu)



































