Mamoto Diloloskan KPU


Manado, ME

Partai Golkar dan koalisi akhirnya miliki calon gubernur untuk menggantikan Elly Engelbert Lasut (E2L). Setelah diberikan waktu selama 7 hari oleh penyelenggara pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada), Golkar (Munas Ancol dan Bali), PKS dan PKPI menghentar Benny Josua Mamoto sebagai calon gubernur di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (23/9).

Melalui berbagai macam proses verifikasi berkas, Mamoto akhirnya diloloskan oleh  KPU menjadi calon gubernur, didampingi David Bobohie Akib sebagai calon wakil gubernur.

Ketika disetujui mencalonkan diri sebagai calon gubernur, Mamoto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada KPU dan Bawaslu. Dirinya mengapresiasi dua lembaga itu yang memungkinkan menyetujui mereka walau dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Diungkapkannya, ketika ia nanti terpilih sebagai gubernur, ada beberapa hal yang telah menjadi visi dan misi yang telah dibicarakan bersama untuk kemajuan daerah Sulut. Baginya, zaman sekarang ini semakin ketat. Masyarakat Sulut banyak yang  perlu diperbaharui, terutama tingkat sumber daya manusia (SDM). Menurutnya  kekayaan alam yang melimpah tidaklah berguna tanpa didukung oleh SDM yang berkualitas.

"Untuk bersaing di masyarakat  ekonomi Asean maka SDM masyarakat Sulut harus ditingkatkan," pungkasnya.

Peningkatan SDM yang dimaksud di antaranya pengembangan seni budaya, kesadaran terhadap lingkungan hidup, bahkan untuk menuntaskan masyarakat dari pengaruh narkoba. Mamoto menyadari semua itu tidak dapat dilewatinya tanpa  dukungan dari segenap masyarakat yang ada. "Itu tentunya merupakan wewenang dari rakyat untuk memilih kami," paparnya.

David Bobohoe sebagai pendampingnya menuturkan, mereka akan melaksanakan yang terbaik untuk pembangunan Sulut. Pemerintahan yang mereka pegang tidak akan membeda-bedakan. "Insya Allah tidak akan terjadi diskriminasi dalam kebijakan-kebijakan pemerintah, tidak melihat perbedaan yang ada. Kami sudah berkomitmen bersama-sama," tutur David ketika mendampingi Mamoto.

"Saya tahu apa yang menjadi hambatan dalam pemerintahan sekarang ini. Ketika kami dipercayakan nanti, tentunya kami akan bekerja sama dengan masyarakat insan pers agar melakukan kontrol bersama dalam pembangunan. Kami tulus berkerja untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut," tandasnya.

Kedua kubu partai Golkar pun turut terlibat dalam mendukung sosok Benny Josua Mamoto. Sekretaris Partai Golkar Sulut dari Munas Bali, Edison Masengi menuturkan, Partai Golkar harus menuruti Dewan Pimpinan Pusat. Mereka tetap loyal ketika surat keputusan dari pusat sudah keluar maka harus dijalankan. Menurutnya, inilah sikap kedewasaan Golkar. Walaupun terjadi perbedaan pendapat tapi untuk hal menyangkut kebaikan masyarakat Sulut, harus dipentingkan terlebih dahulu. "Saya rasa figur pak Benny Mamoto itu telah memenuhi syarat untuk dicalonkan seperti yang diharapkan. Punya kapasitas dan SDM yang bagus," ujarnya.

Masengi menganggap, sosok Mamoto menjadi kerinduan masyarakat Sulut. Kehadirannya akan membuat Sulut lebih baik dan maju. Tapi semua itu tergantung apakah dipercayakan oleh rakyat. "Kami sangat optimis. Dirinya akan meningkatkan masyarakat lebih cerdas, apalagi didampingi oleh pak David yang dua periode menjadi bupati," aku Masengi.

Sementara, Victor Mailangkay dari Golkar Munas Ancol menjelaskan, keputusan yang diambil Golkar ini pertama kali inisiatif dari  Agung Laksono. Alasan mereka mengusung Benny Mamoto karena ia memang sejak awal sudah ikut dalam fit and propertest Golkar versi Agung Laksono. "Pak Agung mengatakan, pak Benny merupakan figur yang memiliki beberapa persyaratan. Yakin, dengan perkenanan Tuhan dan juga oleh rakyat, boleh mengikuti proses yang ada," bebernya. (joyke watania)



Sponsors

Sponsors