Foto: Suasana simulasi.
Unjuk Rasa di KPU Minsel Ricuh, 1 Orang Ditembak Polisi
Simulasi Sistem Pengamanan Kota
Amurang, ME
Unjuk rasa tolak pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berlangsung ricuh. Warga pendemo terlibat bentrok dengan polisi saat berusaha masuk kantor KPU Minsel.
Warga yang awalnya berkisar 500 orang datang ke kantor KPU Minsel, Kamis (18/9) melakukan unjuk rasa dengan tertib. Untuk menjaga pengunjuk rasa puluhan polisi siaga.
Beberapa personil Polwan Polres Minsel turun langusung meredam dan melakukan negosiasi, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Kericuhan terjadi saat para pengunjuk rasa mencoba masuk ke dalam kantor KPU yang dijaga brikade polisi sehingga suasana tidak kondusif lagi dan terjadi saling dorong dengan demonstran.
Polisi terus menghadang para pengujuk rasa yang terus berusaha melewati brikade dan bentrok pun pecah. Massa beringas dan melempari petugas dengan batu dan botol air mineral.
Tidak sampai disitu, para demonstran semakin anarki dan mulai membakar ban mobil di tengah jalan dan tidak takut lagi melawan petugas.
Untuk membubarkan massa, satu unit mobil water canon menyemprotkan air. Bukannya membubarkan diri, para pendemo semakin bertambah hingga mencapai seribu orang dan mulai melakukan penjarahan.
Melihat massa semakin beringgas, petugas kembali menyemprotkan air dan menembakan gas air mata serta tembakan peringatan.
Akhirnya puluhan polisi Timsus Patola diturunkan untuk melumpuhkan orang yang dianggap provokator. Timsus harus melumpuhkan satu provokator dengan timah panas karena mengancam petugas dengan parang.
Peristiwa tersebut merupakan bagian dari simulasi sistem pengamanan kota dalam rangka Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.
"Ini hanya simulasi dalam rangka mengamankan pelaksanaan tahapan Pilkada di Kabupaten Minsel," kata Kabag Ops Acmad Sutirsno di Mako Polres Minsel, Jumat (18/9).
"Kurang lebih 100 personil anggota polisi ikut dalam simulasi ini dengan tujuan menyiapkan anggota kepolisian dalam menghadapi kejadian pada tahapan Pilkada," ujarnya.
Simulasi ini disaksikan langsung kedua pasang calon, Christyany Eugenia Paruntu-Franky Wongkar dan Karel Hendrik Lakoy-Freddy Rawis, unsur Forkopimda Minsel, Komisioner KPU, Komisioner Panwaslu dan tokoh masayarakat. (jerry sumarauw)



































