Foto: Suasana Rakorev. (Ist)
Kualitas Pendidikan Guru Jadi Perhatian Pemkot
Tomohon, ME
Evaluasi implementasi program pendidikan, pencapaian dan kendala dalam pelaksanaannya, dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) di lantai 3 kantor Walikota, Rabu (16/9). Laporan dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah, Drs. Gerardus E Mogi. "Rakorev juga untuk memantapkan strategi pelaksanaan program selanjutnya, agar semuanya berhasil sesuai harapan," lapor Mogi.
Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak menuturkan, Tomohon sebagai Kota Pendidikan harus dibuktikan. "Peningkatan kualitas pendidikan guru menjadi titik fokus saat ini. Pemkot akan mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2016 khusus untuk guru. Sasarannya, mengadakan pelatihan, memperluas kompetensi serta peningkatan kesejahteraan guru," tutur Eman dalam arahan Rakorev.
Eman menambahkan, pendidikan guru harus berkualitas sehingga kemampuan itu dapat ditransfer kepada siswa. "Pada APBD 2016, Pemkot juga akan menaikan tunjangan kepada semua Guru. Sebab, selain sumber daya manusianya, faktor kesejahteraan Guru juga mempengaruhi mutu pendidikan siswa," tandasnya.
Kota Tomohon kini miliki Kepala TK sebanyak 54 orang, Kepala SD/MI, 68 orang. Kepala SMP/MTs, 24 orang. Kepala SMA/SMK/MA, 17 orang. Total Kepala Sekolah (Kepsek), 163 orang. Kemudian alokasi anggaran Tunjangan Profesi Pendidik, Guru dan Kepsek, sekitar 7 miliar rupiah pertahun. Sedangkan sertifikasi Guru Pegawai Negeri Sipil berjumlah 978 orang. Non sertifikasi, 157 orang. Penerima beasiswa tingkat SD, 2027 siswa. SMP, 1854 siswa.
Saat ini Pemkot Tomohon menerapkan pola pendidikan bermutu melalui pendekatan 5 K yaitu, Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan dan Kepastian. Turut hadir, Sekretaris Daerah, DR Drs Arnold Poli SH MAP, Inspektur Kota, Ir Djoike Karouw MSi, Asisten Pemerintahan & Kesra, Dra Truusje Kaunang, Asisten Adninistrasi Umum, Ir HV Lolowang MSc. (hendra mokorowu)



































