Foto: Jimmy Eman.
Hadapi Konsekuensi MEA, Eman Ajak Masyarakat Kembangkan Intelektual
Tomohon, ME
Persaingan global Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) segera berlangsung di akhir 2015. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan jadi pintu. Mengantisipasi keadaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon mengajak seluruh komponen masyarakat untuk proaktif mempersiapkan dan melengkapi diri.
"Kembangkan intelektual lewat bekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan keahlian khusus. Tingkatkan kreatifitas dan produktifitas agar kita jadi pemain utama serta menjadi tuan dan nyonya di rumah sendiri," ajak Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman SE Ak.
Walikota mengatakan, cermati dinamika kehidupan yang berkembang sekarang untuk masa depan. "Seperti kita ketahui, tujuan dibentuknya MEA, untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN. Mengatasi masalah ekonomi antar negara se-Asean yaitu, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja," papar Eman.
Sebagai konsekuensi MEA bagi negara se-ASEAN, bebas masuknya barang-barang, arus bebas jasa, bebas investasi, bebas masuknya tenaga kerja terampil dan arus bebas pemodal.
Menghadapi konsekuensi tersebut, Pemkot Tomohon melakukan langkah preventif di bidang pendidikan. Memprioritaskan peningkatan mutu pendidikan untuk profesionalisme tenaga kerja tertingkatkan. Mengembangkan pembangunan sarana prasarana pendidikan.
Langka awalnya, Pemkot telah mengadakan beasiswa bagi 7.881 siswa, penyediaan Guru Professional dan peningkatan kualitas Guru. Kemudian, mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tahun 2015 posisi anggaran berada diatas 30 % APBD. Indikator tersebut menunjukkan, kualitas pendidikan akan semakin maju. (hendra mokorowu)



































