Armando Loho Jadi Tokoh Utama

Pentas 'Melukis Cahaya' Tersaji di Gramedia Matraman


Laporan : Happy KARUNDENG

Pesona dunia fotografi, kian dianggap seksi. Daya tarik aktifitas membekukan waktu ini, semakin digandrungi berbagai kalangan. Akhir pekan lalu, sebuah pentas melukis cahaya yang tersaji di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, dikerumuni oleh puluhan pegiat fotografi dari berbagai usia dan tingkatan kemampuan.

Dalam pentas ini, fotografer muda asal 'Kota Bunga' Armando Loho, kembali jadi pemeran utama. Dalam perhelatan ini, Armando kembali menyajikan keindahan negeri lewat puluhan bingkai foto pemandangan alam. Selain itu, Ando didaualat untuk menjadi pembicara dalam Talkshow bertajuk 'Tips and Trick Water Photographic Composition'.

Kepada Manado Express, Ando mengaku isi talkshow ini digunakan sebagai wadah untuk berbagi trik dalam mengomposisi sebuah karya fotografi. Khususnya saat memotret pemandangan air.

"Saya banyak menemukan foto-foto alam yang sebenarnya bisa lebih apik lagi jika menggunakan trik komposisi yang benar. Misalnya foto di Ancol. Banyak yang memotret tempat wisatanya. Padahal kalau mau kembali, pasti akan menemukan spot yang lebih menarik. Setelah menemukan spot, jangan langsung difoto. Pertimbangkan dulu dan kompos dengan baik. Jangan sembarangan foto," ulas Pegiat Mawale Photography ini.

Untuk menghasilkan karya foto lanskap yang baik, harus memperhatikan beberapa aturan. Di antaranya rule of third, harus ada foreground, midground dan background. Selain itu, jangan biarkan ada ruang kosong di satu bingkai.

"Karena tanpa itu, foto terlihat seperti tempat wisata biasa dan sangat datar. Tindak mengandung unsur fotografi yang kental. Selain aturan itu, fotografer juga harus totalitas. Artinya, waktu pengambilan foto harus diperhatikan. Untuk menghasilkan foto lanskap yang menarik, tidak bisa secara instan. Datang, foto, jadi," jelas putra Tomohon ini.

Sementara, Gilang, Penanggung Jawab Talkshow dari TB Gramedia Matraman menyebut acara ini adalah bagian dari rangkaian acara Matraman Fair 2015. Acara beraroma fotografi sengaja dipilih karena pesonanya yang kian menyeruak. Terbukti antusias pengunjung dianggap sangat memuaskan. Armando Loho dipilih sebagai tokoh utama, karena diakuinya, kredibilitas fotografer berdarah Minahasa ini mulai diakui.

"Ini bagian dari rangkaian Matraman Fair 2015. Kami memilih fotografi, karena perkembangan dunia ini sangat pesat. Selain itu untuk menarik pengunjung Gramedia Matraman untuk melihat koleksi buku fotografi kami. Kenapa kami memilih Armando, karena karyanya sudah banyak dikenal. Dia sudah dua kali gelar pameran di Jakarta. Menurut kami dia kandidat yang tepat," ungkap Gilang.

Pameran dan talkshow juga diakui memang difokuskan ke fotografi lanskap. Pasalnya, Armando dikenal lewat karya-karya foto alam-nya. Selain itu, Gramedia ingin menarik minat pengunjung untuk mencari tahu lewat buku-buku yang disediakan.

"Bang Armando memang terkenal dengan foto landscape. Di samping itu, kami ingin menggugah rasa penasaran pengunjung untuk mencari lebih dalam lagi, informasi lokasi eksotis yang dibekukan Bang Armando lewat buku-buku kami," paparnya. (***)



Sponsors

Sponsors