Kejari Limboto Bidik Kadis PU Boltim


Boltim, ME

Tabir misteri pengunduran diri sederet pejabat strategis Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mulai terkuak. Penanganan kasus korupsi, diduga melatar belakangi permohonan pensiun dini oknum pejabat ini.

Gerbong birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim, terguncang. Hal ini disebabkan niat pengunduran diri dari 2 petolan birokrat daerah pemekaran ini. Adalah Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Ir Djamaluddin dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Minderd Mawu ST. Mereka mengambil langkah mundur dari jabatan sebagai pejabat eselon 2. Hal ini terkuak saat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, Sumardiah Modeong mempertanyakan ketidakhadiran beberapa pejabat eselon dua dalam rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan, Senin (7/9).

“Kepala Dinas PU saat ini harus memenuhi panggilan dari pihak Kejari (Kejaksaan Negeri) Limboto atas permasalahan yang terjadi sejak tahun 2002 soal pembebasan lahan pembangunan Mall," terang Bupati Boltim Sehan Landjar menjawab pertanyaan.

Dijelaskan Landjar, keterkaitan Kadis PU dalam penanganan dugaan kasus ini, sebab saat itu dia menjabat Pimpinan Proyek (Pimpro).

“Tadi dia pamit, karena memang dia diminta untuk hadir. Harusnya sudah pada hari Senin pekan lalu. Dia juga sudah menyampaikan bahwa Bupati tentunya mempunyai kewenangan, agar supaya Kadis PU dapat dialihkan, sebab dirinya masih mengurus permasalahan di Gorontalo," bebernya.

Modeong menanggapi jika persoalan ini harus dibicarakan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Boltim, karena ketentuan aturan itu harus satu tingkat di bawah atau satu tingkat di atas.“Sehingga kemungkinan akan memutuskan pejabat yang akan mengisi kekosongan ini," jelasnya.

Lembaga anti korupsi, Boltim Coruption Watch (BCW) melalui Irwanto Unonongo mengatakan, jika memang ada dugaan-dugaan keganjalan apalagi dalam masalah pekerjaan semasa bertugas sebagai Kadis, maka itu harus ditindaklanjuti. “Instansi yang ditinggalkan kedua Kadis itu harus bertanggungjawab jika pada nantinya ada kesalahan apalagi bisa berdampak hukum,” terang Irwanto, Senin (7/9).

Sementara itu, Kadis PU Minderd Mawu saat dikonfirmasi mengatakan, ketidakhadiran dirinya beberapa waktu ini, karena ingin berhenti sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Alasannya, menjadi petani sukses.“Saya sudah mengajukan surat pengunduran diri atau pensiun dini ke BKDD (Badan Kepegawaian Diklat Daerah). Sekarang hanya ingin menjadi petani cengkih saja karena pohon cengkih saya sudah banyak sekitar 500 pohon yang telah saya tanam sejak tahun 2008 lalu,” kelitnya.

Berbeda dengan Kepala ESDM Jamaluddin. Saat dikonfirmasi dia membenarkan jika dirinya sudah mengajukan pensiun dini dari jabatannya. Alasan yang diberikan sebab terkendala persoalan kesehatan yang beberapa bulan terakhir ini sering mengganggu aktivitas kerjanya.“Surat pengunduran saya sudah dimasukkan sejak bulan Agustus lalu ke BKDD dan tinggal menunggu hasil lanjutan dari surat tersebut,” ungkapnya. Lanjut dia, keinginan untuk berkerja dan mengabdi tetap ada, namun apa daya jika fisiknya sudah tidak mampu. “Saya ini jiwa petarung untuk bekerja. Tapi, apa hendak dikata fisik sudah tidak mendukung dan tidak mampu. Sudah 24 tahun sudah saya mengabdi menjadi PNS dan saat ini saya masih dalam perawatan (cek-up). Jika diizinkan saya pensiun dini maka saya akan berhenti bekerja,” aku Jamaluddin.

Kepala BKDD Boltim, Darwis Lasabuda membenarkan jika Kadis ESDM telah mengajukkan permohonan pensiun dini sebagai PNS.“Iya benar, bahkan Jamaludin sudah memproses sendiri ke Pemprov Sulawesi Utara akan surat pengunduran dirinya,” terang Darwis.

Sekdakab Boltim, Muhammad Assagaf juga membenarkan pengajuan pengunduran diri pejabat eselon dua tersebut. Alasan kesehatan jadi bahan petimbangan.“Kadis ESDM minta pensiun dini karena kesehatan,” singkat Sekdakab.

Sebelumnya, kabar miring menerpa sosok Minderd Mawu. Oknum Kadis PU dikabarkan sedang dalam tahapan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian di Gorontalo, terkait persoalan hukum pembebasan lahan pembangunan mall di Limboto.(ismail batalipu/media sulut)



Sponsors

Sponsors