Dukung EMAS, Demokrat Tomohon Terbelah


Tomohon, ME

Tensi politik di Kota Bunga, terus meninggi. Beragam reaksi politik imbas kebijakan partai deras bermunculan. Aroma ‘pembangkangan’ pun menyeruak di sejumlah partai.

Seperti Partai Demokrat (PD) Kota Tomohon. Teranyar, dalam menghadapi momentum demokrasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tanggal 9 Desember 2015, aroma perpecahan menaungi partai berlambang Bintang Mercy ini. Sederet penggawa kaliber partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan tidak sejalan dengan keputusan partai dalam penetapan Pasangan Calon (Paslon). Alasan tidak dilibatkan dalam proses penentuan calon, jadi titik masalah. Manuver pro Paslon lain diperagakan. Tindakan ini dianggap sebagai gerakan moral dan wujud pembelajaran kepada elite partai untuk komitmen dengan kader dan simpatisan.

“Intinya ini wujud kekecewaan kader dan simpatisan partai yang tidak dilibatkan dalam penentuan Paslon yang diusung PD. Untuk saat ini, kami cenderung menyematkan dukungan bagi pasangan EMAS dengan segala konsekwensi,” tegas Donald Kuhon, politisi PD Tomohon.

Dukungan Kuhon Cs ini disematkan kepada pasangan yang diusung jalur perseorangan yakni Jimmy Feidie Eman dan Syerly Adelyn Sompotan (EMAS), bukan tanpa alasan. Mereka menilai sosok calon walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak, sudah berkontribusi besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tomohon.

”Jadi sudah terbukti dan teruji. Mereka sudah berbuat bagi Tomohon. Meski harus dicatat masih ada beberapa bagian yang harus dituntaskan beliau. Dan kami akan mengawal itu di lima tahun ke depan bersama EMAS,” tandas Kuhon.

“Jika PD Tomohon terbelah itu ya, tapi dalam konteks dukungan untuk Paslon di Pemilukada 2015 nanti,” koar politisi vokal ini.

Terpisah, politisi PD populis, Boaz Wilar menyatakan hal yang sama. Kata dia, kader dan simpatisan PD yang tergabung dalam Rajawali EMAS siap berjuang memenangkan pasangan Eman-Sompotan di Pemilukada 2015. Dikatakan Wilar, apa yang mereka buat adalah bentuk pembelajaran bagi petinggi partai bahwa mereka tidak berpolitik main-main. Namun, harus mampu bermain politik dengan segala prinsip. Maksudnya, kader demokrat tetap demokrat, tapi untuk saat ini pilihan politik adalah pilihan pribadi yang menjadi hak konstitusional atau universal yang tidak bisa ditekan apalagi dilarang.

“Politik itu dinamis dan harus realistik. Dan saya yakin para petinggi demokrat baik DPD maupun DPP pada akhirnya akan mengakui atas tindakan kami. Sebab apa yang kami buat bukanlah pembangkangan namun melawan kelaliman dari orang yang mencalonkan diri sebagai walikota Tomohon,” beber Wilar.

“Jadi kami adalah representasi kader dan simpatisan dari tingkat ranting, kecamatan hingga kota yang berkomitmen dan memiliki prinsip menjaga harga diri partai. Dalam proses ini kami tidak melibatkan ketua DPC,” tegas Wilar.

Komitmen yang ditancapkan Donald Kuhon, Boaz Wilar serta Paul Mait jelas diiringi konsekwensi. Namun, mereka menyatakan siap menerima sanksi yang akan diberikan.”Dengan begitu kami akan lebih bebas menggerakkan Rajawali EMAS mengawal perjuangan pasangan EMAS hingga titik darah penghabisan,” lugas Wilar.

Untuk diketahui, dalam menghadapi Pemilukada, PD melakukan koalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Koalisi partai ini mengusung calon walikota Linneke Syenni Watoelangkouw dan calon wakil walikota Ferdinan Mono Turang (BERLIAN).(victor rempas)



Sponsors

Sponsors