Konsen Sajikan Pameran Seni Rupa 'Pertama' di Tondano


Tondano, ME

Demi mendorong semangat berkreatifitas, Komunitas Seni Mandiri (Konsen) Minahasa menggelar pameran karya seni rupa. Kegiatan luar biasa ini digelar di studio Mega Art, Rerewokan, Kecamatan Tondano Barat, di galeri lukis salah satu anggota komunitas, Altje Wantania, tanggal 4-6 September 2015.

Pemeran dengan tajuk "Menembus Dogma dan Logika" ini, menyajikan karya tiga seniman Minahasa, Charlie Samola, Altje Wantania dan Alfrits Ken Oroh. 

Hari pertama diawali demo melukis yang dilakukan ketiga seniman. Secara spontan Altje mulai menyentuh media lukis dengan tinta merah. Sementara, Charlie menambahkan dengan tinta kuning. Diakhiri dengan tinta hitam oleh Ken, melengkapi karya tersebut. Dari penjelasan mereka merah melambangkan keberanian dan semangat. Bisa memotivasi seseorang untuk berani memulai berkarya. Kuning warna kecerian juga bisa membangkitakan semangat. Hitam memperkaya sebuah bentuk. "Seni itu adalah kebebasan berekspresi," ujar Ken Oroh.

Sementara, Samolaa mengatakan, tujuan pameran itu bisa ikut memajukan seni rupa di Minahasa. Bahkan, menjadi acuan bagi para pelaku seni rupa untuk lebih mereliasisakan seni rupa dalam bidang kebudayaan. "Ini bisa mendorong yang lain untuk memulai berkarya khususnya seni rupa. Bagi senima lainnya, ini ajakan untuk berani tampil ke publik dengan karya-karya kita," ungkapnya.

Altje Wantania menuturkan, ini merupakan suatu hal yang baru di Tondanao, ketika ruang pribadi atau rumah dibuat menjadi ruang publik. Galerinya dipenuhi karya yang dibuat dengan media-media sederhana. Baginya, itu adalah prinsip. Sesuatu yang lahir dari kesederhanaan. "Sapa tau besok-besok ada yang tampil seperti ini dan memilih lukisan sesuai tema dan menembus batasan atau dogma," paparnya. 

Kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan penjelasan karya-karya yang ditampilkan dan diskusi yang dihadiri para seniman dari berbagai komunitas seni di Minahasa dalam jaringan Mawale Movement. 

Sesuai agenda, kegiatan workshop dilaksanakan Sabtu hingga Minggu. Dalam workshop pengunjung dibagikan cara mengembangkan seni melukis, langsung dengan praktek dan cara membuat karya seni rupa dari bahan-bahan sederhana. (andrey tandiapa)



Sponsors

Sponsors