Konsen Minahasa Gelar Pameran Lukisan


Tondano, ME

Pameran Karya Seni Rupa Komunitas Seni Mandiri (Konsen) Minahasa mendapat dukungan dan apresiasi dari para pengunjung. Alasannya, ini merupakan pertama kali di Tondano, pameran yang diselenggarakan pada sebuah galeri lukisan.

Pameran tersebut digagas oleh tiga orang anggota Konsen, Alfrits Oroh, Charlie Samola dan Altje Wantania. Hal ini dimaksudkan selain menumbuhkan minat, juga memotivasi banyak orang dalam berkreatifitas dengan memulanya dari kekurangan atau kesederhanaan. "Alat lukis tidak perlu yang bagus dan pameran tak perlu di tempat yang wah. Mulailah dari sederhana, tempatnya bisa rumah kita," papar Oroh, Jumat (4/9).

Pengunjung di tempat ini merasa terkesan. Banyak yang tak percaya ternyata ada galeri lukisan di Tondano. Tempat itu bahkan dipenuhi karya seni rupa yang sangat banyak. Hal tersebut diungkapkan Boy Liey, seorang seniman asal Tondano yang ikut berkunjung. 

Menurutnya, ini merupakan pertama kali di Tondano, pameran digelar di sebuah galeri. "Saya sering bertemu dengan tante Altje namun saya tidak menyangka ternyata tante Altje seorang seniman dan punya lukisan di galeri sebanyak ini," tutur Boy.

Iswan Sual, seorang seniman Minahasa yang hadir, mengaku merasa kagum dengan kreatifitas yang dibuat oleh ketiga seniman tersebut. Ini membangkitkan semangat bagi yang lain untuk berkarya. "Benar sesuai dengan tema yang diangkat 'menembus dogma dan logika'. Dengan demikian menunjukkan kebebasan berekspresi," cerocos sastrawan Minahasa ini.

Seniman Minahasa, Fredy Wowor, menuturkan melakukan seni itu tergantung cita rasa dari si pelaku. Kita tidak boleh membatasinya dengan sesuatu yang sudah dogma dan paten. "Seni menunjukkan kebebebasan, susahnya dari seni ketika terjebak dalam sebuah benar dan salah, bagus atau tidak bagus," pungkas pegiat Mawale Cultural Center yang juga dosen di Fakultas Ilmu Budaya Unsrat ini. (arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors