Foto: Sekdakab Boltim didampingi Camat Tutuyan, Perwakilan Polsek Kotabunan dan TP-PKK saat Sosialisasi Narkoba.
Teluk Laut Rawan Penyeludupan
Boltim Jadi Sasaran Peredaran Narkoba
Tutuyan, ME
Kabupaten Bolaang Timur (Boltim), dikenal dengan potensi maritimnya. Tiga teluk laut yang menawan, membungkus kemegahan kawasan pecahan Bolaang Mongondow ini. Meski begitu, potensi kriminalitas pun terlacak.
Dari data pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Urban Kotabunan Kabupaten Boltim, 3 (tiga) titik wilayah teluk laut, seperti Buyat, Tutuyan dan Nuangan harus diwaspadai. Warning ini diberikan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab), jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta segenap komponen masyarakat Boltim. Tiga kawasan ini dinilai menjadi ‘ladang emas’ penyeludupan seperti narkoba, bom ikan hingga persenjataan.
Demikian diungkapkan Sekertaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Boltim, Muhammad Assagaf saat membuka sosialisasi pemberantasan narkoba bersama tim penggerak PKK Boltim, Polsek Urban Kotabunan, Camat Tutuyan, dan para pemuda remaja se-Kecamatan Boltim di Kantor Kecamatan Tutuyan, Selasa (1/9) kemarin.
“Panjang ke tiga teluk tersebut masuk dalam catatan merah atau daerah waspada Kepolisian karena pengaruh luas bentangan laut teluk Tomini yang ada dihadapan tiga teluk ini terkadang juga kepolisian kewalahan mengatasinya karena kurangnya personil walaupun digabung kedua Polsek (Nuangan dan Kotabunan,red) masih belum cukup mengawasi panjang pantai Boltim yang sekitar 100 kilo lebih,” beber Assagaf.
Kata dia, bahaya narkoba merupakan pemberitaan umum baik di media cetak maupun elektronik yang setiap hari dikonsumsi masyarakat se-Indonesia. Sementara itu, potensi tindakan criminal lainnya, juga terdeteksi. Sebab mengacu data aparat penengak hukum, kekerasan seksual di Boltim, pada tahun 2012 sebanyak 10 kasus.
“Tahun 2010 lalu 1 korban meninggal, yang tidak menutup kemungkinan juga kebanyakan penyebab kekerasan seksual terhadap anak itu penyebab awalnya juga oleh pecandu narkoba. Dimana Indonesia sekarang saja tercatat sebagai produsen dan kenapa itu bisa terjadi?, karena luasan wilayah laut dari Sabang sampai Merauke itu yang menjadi faktornya. Dari 200 lebih negara di Dunia, Indonesia masuk urutan ke empat,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Assagaf berharap para peserta yang mengkuti sosialisasi tersebut bisa memahami dan mengambil maknanya sehingga bisa mengantisipasi bahaya narkoba yang dapat merusak kesehatan dan masa depan anak bangsa.
“Yang dikategorikan narkoba itu bisa merusak jaringan fungsi saraf manusia. Obat-obatan biasa saja bisa berubah menjadi narkoba kalau dikonsumsi berlebihan atau tidak sesuai dengan dosis. Contoh, komix dan OBH itu ternyata mengandung Desapam yang berfungsi sebagai penenang juga. Oleh karena itu harus sesuai aturan untuk mengkonsumsinya,” tandasnya.
Hal tersebut dibenarkan Kapolsek melalui Kanit Reskrim Urban Kotabunan, Muhammad Ali yang juga sebagai pembawa materi. Ia mengatakan, pihaknya terus menseriusi penanganan narkoba dengan melibatkan semua stake holder dalam melacak dan menindaki peredaran barang haram tersebut.
“Kami selalu respon dengan semua kasus terutama soal kejahatan terhadap anak dan narkoba telah menjadi salah satu target utama kami selain kasus-kasus lainnya juga,” terang Ali. Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi bahaya narkoba ini digagas TP-PKK Boltim melalui pengurus Program Kerja (Pokja) I TP-PKK Boltim.(media sulut)



































