Warga Mapanget Ungkap Diskriminasi di Bandara Sam Ratulangi


Manado, ME

Masa reses, angota DPRD Sulut, Sisca Mangindaan, turun menjaring aspirasi di Kecamatan Manpanget, Desa Lapangan. Sejumlah persoalan warga pun dicurahkan ke Mangindaan.

Banyak warga yang mengeluhkan soal ketersediaan lampu jalan di lorong-lorong. Ada juga pembangunan jalan lorong beberapa ratus meter yang sudah dijanjikan oleh pemerintah namun belum direalisasikan, soal pembangunan tower salah satu provider telekomunikasi, Kartu Sehat dan terkahir mengenai masalah penerimaaan pekerja di bandara Sam Ratulangi yang tidak mengakomodir
masyarakat yang ada di seputaran bandara.

"Penerimaan pekerjaan juga terkesan tertutup. Kami masyarakat sangat kecewa," ujar ibu Meyti serta tokoh pemuda Frangky.

"Untuk desa Lapangan banyak sekali aspirasi, keluh-kesah masyarakat. Mengenai pembangunan jalan untuk lorong-lorong yang sudah dijanjikan oleh pemerintah kota akan direalisasikan yang sampai saat ini belum ada, saya akan cek lansung ke pemerintah kota Manado, ke dinas Pekerjaan Umum untuk dapat di perhatikan," jelas Sisca Mangindaaan kepada wartawan.

Begitu juga dengan penerangan jalan di tiap-tiap lorong yang ada di Lapangan, akan ia konfirmasi dengan pemerintah kota. "Untuk pembangunan tower, saya akan cek ke pihak kelurahan serta pemkot Manado untuk kompensasi ke masyarakat di sekitar waktu lalu. Mereka yang menandatangani persetujuan pemasangan tower ini, sampai sekarang masyarakat tidak pernah menerima kompensasi dari salah satu provider tersebut," tegas wakil rakyat Dapil Manado ini.
"Untuk penerimaan lowongan dari Angkasa Pura yang terkesan tertutup dan tidak transparan dalam penerimaan pekerjaan serta menerima yang paling banyak orang luar daerah, saya akan berkoordinasi dengan Disnaker untuk dapat memperhatikan. Kami akan memanggil pihak angkasa pura untuk duduk bersama dengan masyarakat dalam memecahkan masalah ini," pungkasnya.

Mangindaan sangat berterima kasih atas semua kehadiran masyarakat selama ia melaksanakan reses. Mulai dari Bailang, Malalayang sampai terakahir di Lapangan. "Ini menjadi catatan saya dan sangat disayangkan pihak Kelurahan, Lurah tidak pernah hadir saat saya reses. Ini tidak profesional," ketus Mangindaan. (joyke watania)



Sponsors

Sponsors