Foto: Istimewa.
Kontak Senjata Dengan Teroris di Poso, Putra Terbaik Sulut Tewas
Manado, ME
Tanah Nyiur Melambai diselimuti duka. Bhayangkara terbaik daerah ini, Iptu Bryan Theophani Tatontos meninggal dunia, Rabu (19/8) sekira pukul 14.30 WITA. Tewasnya lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2012 yang bergabung dengan Korps Gegana Kesatuan Brigade Mobil (Brimob), saat terjadi kontak senjata dengan kelompok teroris di Poso.
Informasi yang dihimpun, Bryan meninggal ketika melakukan evakuasi mayat terduga teroris Poso bernama Urwah alias Bado. Selanjutnya, mengamankan barang bukti berupa bom dan senjata api jenis M60. Saat proses evakuasi dengan menyeberangi sungai, salah satu regu pimpinan Bryan bertemu dengan kelompok teroris. Kontak senjata pun tak terhindarkan. Brian yang masuk Korps Baret Biru Tua itu tertembak di perut bagian kiri dan paha sebelah kiri.
Komandan Korps Brimob Republik Indonesia (RI), Irjen Pol Robby Kaligis mengatakan, kematian Iptu Bryan Tatontos selaku Komandan Kompi (Danki) Gegana Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah risiko bertugas.
"Itu risiko bertugas. Harus lebih berhati-hati dan waspada. Karena musuh senantiasa ada dimana-mana," jelasnya kepada sejumlah wartawan saat dihubungi, Kamis (20/8) sore, via telepon.
Ia enggan berkomentar lebih soal kronologis di lapangan. Polda Sulteng lebih mengetahui rinci terkait tewasnya Bryan. Ia mengakui jika tugasnya di pusat hanya membuat kebijakan. "Mengejar kelompok teroris harus terus dilakukan," tegasnya.
Almarhum Iptu Bryan akan mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat. Juga tentang hak-haknya berupa asuransi yang sementara diproses. "Oh itu pasti. Pangkatnya naik dan akan diurus asuransinya dan semua yang menjadi haknya," aku mantan Kapolda Sulut.
Terkait keberangkatan ke Palu, jelas Kaligis, dalam rangka memimpin upacara penghormatan terakhir kepada Bryan. "Saya hanya ke Palu, tak lanjut ke Manado. Sebenarnya mau, sekalian pulang kampung, namun karena tugas yang tak bisa ditinggalkan, saya tak bisa ke sana," tutup Kaligis saat disinggung apakah ia akan berkunjung ke Manado.
Terpisah, Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung menyatakan bela sungkawa atas tewasnya Iptu Bryan."Saya pribadi turut bersedih Polri berduka atas kepergian putra terbaik Sulut ini. Semoga Tuhan menguatkan keluarga yang ditinggalkan," tuturnya singkat.
Kematian Iptu Bryan Theophani Tatontos SIK membuat keluarga besar Brimob berduka. Menurut salah satu rekannya, Iptu Bryan merupakan sosok yang jujur dan pemberani. Almarhum telah mengabdikan seluruh hidupnya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, Bryan dikenal pintar oleh teman-teman se-angkatan saat masih mengenyam pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2012.
Meski belum ada keterangan resmi dari Markas Besar (Mabes) Polri, namun kabar kematian Iptu Brian telah diwartakan dalam akun Facebook Divisi Humas Mabes Polri. Dalam akun tersebut dituliskan,” POLRI BERDUKA. Telah gugur, salah satu Bhayangkara terbaik Polri Iptu Bryan Tatontos, setelah kontak senjata dengan Teroris di Poso. Seluruh keluarga besar Polri menyampaikan duka yang mendalam kepada segenap keluarga yang ditinggalkan.(melky tumilantouw/media sulut)




































