Merasa Terancam, Mahasiswa Unima Asal Sanger Tidak Ngampus
Tondano, ME
Sejumlah mahasiswa asal Sanger yang kuliah di Universitas Negeri Manado (Unima), dikabarkan tidak beraktifitas di kampus karena merasa khawatir dan tidak aman pasca kejadian yang terjadi di desa Tataaran II pekan lalu. Hal itu dibuktikan dari kurangnya jumlah mahasiswa asal Sanger yang beraktifitas di kampus tersebut hari ini, Senin (03/06).
Menurut salah seorang dosen di Unima, Martins Mandagi, rasa tidak aman para mahasiswa tersebut antara lain diakibatkan karena sebelumnya beredar isu teror terhadap mahasiswa asal Sanger yang kuliah di kampus tersebut.
"Banyak mahasiswa asal Sanger yang tidak masuk kuliah hari ini. Kami sudah menghubungi beberapa mahasiswa tersebut, dan alasan mereka kebanyakan sama yaitu mereka merasa khawatir dengan adanya issu teror yang beredar itu" ujarnya menjelaskan.
Ditambahkannya, malah ada beberapa mahasiswa yang memutuskan untuk pulang ke daerah asalnya karena merasa khawatir.
"Sebagian dari mereka, khususnya yang tempat kostnya berada di desa Tataaran, ada yang pulang ke daerah asalnya karena merasa takut" Ujarnya
Sementara itu, pihak Kepolisian Resort Minahasa menyatakan siap menjamin keamanan para mahasiswa asal Sanger yang kuliah di universitas tersebut."(Jeksen Kewas)



































