Sulut Masih Menghadapi Sejumlah Persoalan

Rayakan HUT RI ke-70


Manado, ME

Di tangga 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai kemajuan telah dinikmati tanah Nyiur Melambai. Namun tak sedikit juga persoalan yang masih melilit. Hal itu diungkapkan personil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Billy Lombok.

“Sulut sudah banyak kemajuan tapi tantangannya yaitu bagaimana kita membangun mental merdeka. Kita lebih takut dan segan bila menghadapi kultur dan hukum di luar negeri daripada dalam negeri,” tutur wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Minsel-Mitra ini.

“Bebera bulan lalu keluar negeri, saat di airport Indonesia, terlihat masih saja ada masyarakat kita yang buang sampah sembarangan, dan sebagainya. Coba di luar negeri,” terang Lombok mencontohkan.

Masyarakat Indonesia, termasuk Sulut, juga dinilai masih bersoal dengan masalah etos kerja. “Soal budaya kerja, masih lebih gampang memperlama pekerjaan daripada mempercepatnya,” ketus politisi Partai Demokrat itu.

Generasi muda juga dijerat dengan berbagai persoalan. Kondisi ini dianggap sangat memprihatinkan.

“Generasi muda juga sudah banyak yang ingin instan. Berapa banyak sekarang yang menaruh perhatian pada berkebun, bertani? Berapa banyak yang cita-citanya sekolah dan sukses sampai tinggi. Kita lihat indikasi ijazah palsu dan persoalan lain di dunia pendidikan kita,” kata Lombok.

Persoalan konkrit lain diungkapkan anggota DPRD Sulut, Amir Liputo. Mulai dari masalah pendidikan di daerah perbatasan hingga tawuran yang menggila di beberapa wilayah Sulut.

“Ketersediaan sarana pendidikan di daerah-daerah terpencil dan perbatasan. Kemudian mulai muncul tawuran di beberapa tempat, serta munculnya pengemis di ibukota Sulut,” papar wakil rakyat Dapil Manado yang juga politisi PKS ini. (rikson karundeng)



Sponsors

Sponsors