KPI: Mayoritas Pembaca di Indonesia Kini Memilih Media Online


Manado, ME

Kebanyakan pembaca berita di Indonesai kini memilih media online sebagai pilihan utama. Fakta tersebut diungkapkan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat, Idi Muzayyad, saat memberikan pelatihan pengawasan pemilu partisipatif bagi media masa yang diselenggarakan oleh Bawaslu Sulut, tanggal 14-16 Agustus, di Swiss-bell hotel Manado.

Wakil Ketua KPI ini dalam pemaparannya menyampaiakan, secara nasional pembaca media online di Indonesia mencapai 50 persen. Unggul jauh dari radio, 25 persen serta pembaca media massa koran yang hanya 15 persen.

"Untuk media cetak makin lama semakin menurun. Ini bisa dilihat, contoh koran Newsweek yang sangat terkenal di dunia sudah tutup, dikalahkan oleh media online," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa tren yang ada saat ini tidak sama waktu yang dulu, saat minum kopi, baca koran. Sekarang anak-anak bisa buka lewat internet untuk mengakses informasi-informasi yang ada. Sarana komunikasi seperti handphone sudah lebih canggih dan menyediakan layanan mudah dan praktis untuk membaca berita di media online.

"Saat sekarang produksi koran nasional tersisa 400 ribu eksamplar. Dimana media online lebih dominan dan sudah merajai karena sekarang orientasi pembaca sudah berubah dari old media ke new media. New Media seperti media online bisa dibuka di seluruh penjuru negara. Media online ini lebih domain dan sudah meninggalkan jauh radio dan koran," tandasnya.

Pelatihan pengawasan Pilkada ini dilaksanakan Bawaslu Sulut dan dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI, Nasrulla, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Ketua Bawaslu Sulut Herwny Malonda, Pimpinan Bawaslu Jonny Suak, staf Bawaslu Sulut, serta para jurnalis yang hadir sebanyak 50 orang. (Joyke watania)



Sponsors

Sponsors