Foto: Peserta Diklat di Monumen Samrat.
PIM III Kunjungi Monumen Sam Ratulagi dan Benteng Moraya
Tondano, ME
Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III Pola Kemitraan Pemkab Minahasa dan Badan Diklat Provinsi Sulut melakukan Visiti atau kunjungan lapangan di Monumen Makam Pahlawan Nasional Dr Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (Samrat) dan Monumen Benteng Moraya di Tondano, Jumat (7/8) siang.
Didampingi Widiaiswara Badan Diklat Sulut Ricky Pangerapan SE MM dan Edmie Gerungan SH SPsi MH serta Kabid Diklat BKDD Minahasa Hendrik Lombogia SSos, ke-30 peserta Diklat PIM meninjau monumen, relief dan makam Pahlawan Nasional ini dan mendapat penjelasan umum dari PNS penjaga monumen tersebut.
Selanjutnya rombongan melakukan peninjauan di Monumen Benteng Moraya Tondano. Di kompleks yang bakal dijadikan kawasan wisata historis dan kuliner ini, selain mendapat penjelasan dari PNS Disparbud Minahasa, peserta juga berkesempatan naik di lantai tertinggi monumen dan menyaksikan langsung indahnya Danau Tondano serta pemandangan khas kota Tondano di siang hari.
Menurut Ketua Senat PIM III Minahasa Drs Moudy Pangerapan MAP bahwa kegiatan kunjungan tempat bersejarah atau visiti ini dilakukan dalam rangka mencari data dalam materi Wawasan Kebangsaan dalam Diklat PIM III ini.
Ditambahkan lelaki energik yang menjabat Camat Pineleng ini, bahwa hasil visiti ini langsung dibahas oleh para peserta dalam Diskusi yang digelar sore harinya.
Sementara Jeffry Tangkulung SH MAP, salah satu peserta PIM mengatakan bahwa pihak Pemerintah Pusat harus memberikan perhatian dalam pengembangan Monumen Makam Pahlawan Nasional Dr Sam Ratulangi di Tondano ini.
"Kementerian Sosial RI sebaiknya membuat Museum Pahlawan Nasional Dr Sam Ratulangi ini, mengingat banyak jasa yang sudah diberikan bagi bangsa dan negara ini," kata Camat Kakas Barat bersama Camat Tondano Barat Robert Ratulangi SPd dan Sekcam Langowan Timur Meidy Kentjem SPd ini. (arfin tompodung)



































