Foto: Ilustrasi.
HIV/AIDS Ancam Talaud
Melonguane, ME
Kecemasan melanda warga Bumi Nyiur Melambai. Teror Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) terus menebar ancaman. Dari tahun ke tahun, angka penderita HIV/AIDS di Sulawesi Utara (Sulut) kian menjulang. Bayang-bayang maut mengintai erat.
Ancaman serius virus mematikan ini dirasakan warga Kabupaten Kepulauan Talaud. Baru-baru ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Talaud merilis jumlah penderita yang terkena penyakit mematikan ini. Sejak Januari hingga Juli 2015, angka penderita terinfeksi AIDS di daerah ini terus mengalami penambahan yang sangat signifikan, yakni sebanyak 19 kasus. Sedangkan total penderita HIV/AIDS untuk Kabupaten Kepulauan Talaud hingga 2015 tercatat ada 42 kasus warga yang terinfeksi.
Diduga kuat, angka ini akan terus mengalami peningkatan jika tidak dibarengi peran bersama antara pemerintah dan masyarakat. "Pada umumnya mereka masyarakat Talaud yang merantau, dan kembali ke Talaud yang kemudian terdiaknosa di rumah sakit," tutur Kepala Dinkes Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Kerry Monangin melalui Supervaiser program TBC dan Kusta, Paulus Larumpaa.
Lanjut kata Larumpaa, penyebaran HIV/AIDS ada bermacam-macam pola penyebaran antara lain hubungan seks, jarum suntik dan melalui tranfusi darah. "Oleh karena itu, kami menghimbau kepada warga Talaud agar lebih mewaspadai penyakit mematikan ini. Yang paling penting adalah untuk yang sudah mempunyai pasangan harus setia kepada pasangannya, jauhi narkoba, dan jangan sekali-kali menggunakan jarum suntik sembarangan," tambah Larumpaa.
Meningkatnya angka HIV/AIDS yang kian mengkwatirkan, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Aktivis muda Talaud yang juga ketua Rukun Himpunan Kekeluargaan Mahasiswa Talaud (Hikmat) Ametsia Pengedunan mengatakan, peningkatan kasus dari bulan Januari hingga Juli tahun 2015 seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah (Pemda) Talaud, mengingat bahaya HIV/AIDS sangat berdampak pada generasi muda saat ini."Oleh karena itu dibutuhkan peran khusus Pemda untuk terus mensosialisasikan bahaya tentang HIV/AIDS ini baik itu di sekolah, kampus, maupun di desa-desa. yang terpenting bagi pemuda-pemudi di Talaud, yang sangat rentan dengan pergaulan saat ini," kata Ametsia.
Lanjut kata Ametsia, Disamping itu bagi korban yang terkena HIV/AIDS seharus diberikan pendampingan secara khusus oleh Pemerintah. "Jangan sampai karena tidak diberikan perhatian khusus bagi mereka, maka mereka bisa saja melakukan upaya-upaya penularan di masyarakat, sekali lagi saya katakan perhatian dari pemerintah sangatlah dibutuhkan," kunci Pangedunan.
Menanggapi persoalan tersebut, di tempat terpisah Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, melalui Kabag Humas Erwin Tamatompo mengatakan, untuk mencegah agar tidak menjamurnya HIV/AIDS di bumi Porodisa, Pemda akan mendorong untuk membentuk suatu wadah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Talaud, dimana fungsi KPA ini sendiri untuk menangani pasien yang mengidap virus mematikan ini. "Pembentukan KPA, Tentunya harus dibarengi dengan peran dari seluruh elemen masyarakat baik itu Pemerintah, Toko Masyarakat, Toko Agama dan juga LSM," kata Tamatompo.
Lanjut kata Tamatompo, selain membentuk KPA, untuk kedepannya Pemda akan membangun suatu ruangan karantina untuk pasien penyakit menular dan pasien yang terinfeksi HIV/AIDS. "Dimana ruangan ini khusus untuk penyakit-penyakit menular seperti HIV/AIDS," kunci pria yang akrab dengan wartawan ini. (media sulut)



































