Kecewa, Warga BMR Ancam Golput


Manado, ME

Tak terakomodirnya ‘darah’ Bolaang Mongondow Raya (BMR) sebagai peserta pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), memicu reaksi minor dari para penghuni Tanah Totabuan. Luka dalam yang tertinggal bahkan memantik lontaran ancaman, warga BMR tidak akan masuk ke ruang pencoblosan di hari ‘H’ nanti.

“Secara pribadi sebagai orang BMR, saya kecewa tidak ada keterwakilan dari Bolmong Raya yang dilirik dan direkrut oleh beberapa kandidat calon Gubernur Sulut. Perlu diingat bahwa BMR itu wilayahnya 54 persen dari tolal wilayah Sulut. Seharusnya orang BMR harus masuk bursa calon Gubernur dan Wagub,” ketus Mursan Imban, pimpinan PAN Kabupaten Bolaang Mongodnow.

“Tapi itulah dinamika politik. Mungkin ada pertimbangan lain kemudian dipilih oleh calon kandidat sehingga mengabaikan putra dan putri Bolmong Raya. Secara pribada saya sangat menyayangkan. Ini tentu menyedihkan bagi masyarakat Bolmong Raya,” keluhnya.

Kekecewaan warga BMR bisa berbuah banyaknya warga yang akan golput. “Kami mendengar kekecewaan dari masyarakat yang menanggapi ketiadaan perwakilan dari BMR. Dari ekspresi mereka,  bisa jadi banyak yang tidak akan mengunakan hak pilih dalam Pilkada nantinya,” ungkap anggota DPRD Sulut daerah pemilihan (Dapil) BMR tersebut.

“Kabarnya pak Djelantik Mokodompit akan dipinang. Kabar ini sempat memunculkan antusias dari warga BMR. Tapi di injury time pendaftaran, kemudian calon itu tereliminasi. Di situlah terjadi kekecewaan di warga BMR. Mereka bilang lebih baik golput. Tapi mudah-mudahan itu hanya reaksi emosional sesaat. Merek bisa menggunakan hal pilih nantinya,” harap Imban.

Kekecewaan yang dalam warga BMR itu diungkapkan anggota DPRD Sulut lainnya, Rasky Mokodompit.

“Yang pasti sebagai warga BMR kami kecewa. Ada rasa sedih karena tidak ada keterwakilan kader di Pilgub. Tapi saya yakin warga Bolmong Raya tidak akan ketinggalan momentum ini. Akan ambil bagian dalam Pilkada untuk menyalurkan suara mereka,” tutur politisi Golkar itu.

Nada kecewa lainnya diungkapan wakil rakyat Sulut dapil BMR, Rocky Wowor. Namun kekecewaan politisi PDIP ini berbeda.

“Kita warga BMR sendiri tidak ada yang berani mencalonkan. Itu yang saya kecewa. Kita semua tunggu dipinang. Tidak ada inisiatif. Paling tidak sosialisasi bahwa ia siap. Kita tidak ada yang berani jadi fighter,” kata Wowor.

“Kalau betul-betul pingin jadi pimpinan daerah, minimal di Manado sudah ada nama yang mecuat karena sosialisasi. Saya sedikit kecewa di situ. Paling tidak biar hanya baliho-baliho dulu yang dipasang sebagai tanda keseriusan untuk maju. Bagaimana Parpol mau pinang kalau kita sendiri tidak mau sosialisasi,” ujar putra Boltim ini. (rikson karundeng)



Sponsors

Sponsors