Foto: Pemeriksaan Kesehatan di Prof Kandouw Manado.
Cakada se-Sulut Jalani Tes Kesehatan
KPU Tak Intervensi Kelulusan Kandidat
Manado, ME
Salah satu tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yakni tes kesehatan. Untuk memenuhi persyaratan itu, puluhan pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada) se-Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (29/7), tumpah ruah di Rumah Sakit (RS) Prof Kandouw menjalani tes.
Informasi yang diperoleh, mekanisme tes kesehatan yang dilakukan tim dokter RS Prof Kandouw mengikuti standar yang terangkum dalam Petunjuk Teknis (Juknis) yang dikeluarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat. Sebab, penerapannya berlaku nasional. Ada lebih dari sepuluh aspek yang diuji kepada kandidat Cakada. Meliputi, pemeriksaan darah, gigi, mata, Elektro Kardio Graf (EKG) atau pemeriksaan rekam ritme jantung dalam keadaan istirahat, audiometri (pendengaran), spirometri (pemeriksaan kekuatan pernapasan), Ultra Sono Grafi (USG) untuk periksa batu ginjal, penyumbatan di sekitar perut juga dada/ abdomen. Selanjutnya rontgen dada dan Treadmill.
Hasil tes kesehatan, nantinya berupa pernyataan calon dianggap mampu atau tidak mampu menjalankan tugas sebagai kepala daerah selama lima tahun ke depan. Seorang bakal calon bisa saja dianggap tidak mampu menjalankan tugas sebagai kepala daerah apabila tim dokter menemukan disabilitas yang tidak dapat dikoreksi.
Kandidat Calon Wakil Walikota Manado dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Tonny Rawung menuturkan, tes kesehatan mutlak diikuti setiap kandidat. Karena rekomendasi kesehatan menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi Cakada yang akan bertarung di Pilkada serentak, 9 Desember 2015.
Hal senada dikatakan pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung, Aryanti Baramuli dan Santy Gerald Luntungan. Menurut mereka, pemeriksaan kesehatan harus diikuti kandidat Cakada.”Intinya proses ini harus disukseskan. Untuk pemeriksaan, semua berjalan dengan lancar. Sangat penting untuk menjadi seorang pemimpin kesehatan harus menjadi prioritas di mana untuk melaksanakan tugas mulia harus diimbangi dengan kondisi fisik kita untuk melayani masyarakat,” tandas Baramuli.
Demikian juga Calon Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE Ak. Menurut incumbent Walikota Tomohon, kesehatan dibutuhkan seorang pemimpin. Menurutnya, dalam mengabdi dan menjalankan tugas sebagai abdi masyarakat, kesehatan menjadi prioritas utama seorang kepala daerah.”Bagi kami yang pernah mengikuti tes seperti ini, dampaknya sangat besar. Dari pengalaman kesehatan itu menjadi factor penting dalam menjalankan tugas pemerintahan,” jelas Eman.
“Apresiasi yang tinggi bagi tim dokter yang sudah bekerja keras, teliti dan profesional dalam melakukan tes,” tambah Eman yang saat Pilkada serentak 9 Desember 2015, akan berpasangan dengan Sherly Adelyn Sompotan (SAS).
Selanjutnya, kandidat Calon Walikota Manado dari Partai Demokrat (PD), Dr GS Vicky Lumentut. Ia memenuhi tahapan kedua dari KPU tersebut dengan mendatangi RS Prof Kandow bersama pasangannya, Mor Bastian. “Saya masih pagi sudah datang disini, dan telah melakukan pemeriksaan. Saya sudah melewatinya dengan baik dan tanpa ada kendala apa-apa,” papar incumbent Walikota Manado.
GSVL menuturkan, jika tim dokter dan alat-alat kesehatan yang digunakan sangat baik.“Para dokter semuanya bagus, bahkan alat-alat kesehatannya baik. Ada 16 tahapan pemeriksaan yang dilakukan dan saya sudah melewatinya dengan baik,” kunci GSVL.
Terpisah, Ketua KPU Manado Euginius Paransi, menjelaskan, pemeriksaan kesehatan menyangkut General Medic-nya. Jadi wewenang tim pemeriksa yang menentukan kandidat lolos atau tidak. "Mekanismenya harus begitu dan kami pihak KPU tak berwenang mengambil keputusan soal hasilnya, itu mutlak keputusan tim dokter yang lebih tahu segalanya," beber Paransi.
Untuk diketahui, hingga Rabu (29/7) pukul 00.00 WIB, KPU Pusat sudah menerima 705 pasangan calon pimpinan daerah, di mana 576 pasangan calon kepala daerah merupakan dukungan partai politik dan 129 orang merupakan calon perseorangan. KPU juga nyatakan dari para calon itu, 605 orang calon kepala daerah merupakan laki-laki dan 55 orang adalah perempuan.
Namun menurut Komisioner KPU Arief Budiman, data-data ini bisa masih bisa berubah. "Data ini akan terus diolah," kata Arief.
Selain itu ada 12 dari 269 wilayah penyelenggara pilkada serentak yang memiliki calon kurang dari dua pasangan maupun tidak ada calon sama sekali."12 wilayah tersebut adalah Kabupaten Asahan di Sumatera Utara, Kabupaten Serang di Banten, Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat, Kota Surabaya, Kabupaten Blitar di Jawa Timur, Kabupaten Purbalingga di Jawa Tengah, Kabupaten Pacitan di Jawa Timur, Kabupaten Minahasa Selatan di Sulawesi Utara, Kota Mataram, Kota Samarinda, Kabupaten Timur Tengah Utara di NTT dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di Sulawesi Utara" ujar Komisioner KPU Ferry Kurnia.(media sulut)



































