Pilkada Minsel dan Boltim Terancam Ditunda

'Minim Peminat'


Manado, ME

Jadwal penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terancam bergeser. Minimnya minat peserta Pilkada di dua daerah ini jadi penyulut.

Hingga batas waktu pendaftaran yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berakhir Selasa (28/7), jumlah calon yang datang mendaftar tak mencapai kuota minimal dua pasang calon.

Untuk Kabupaten Minsel, hanya ada satu pasang calon yang datang mendaftarkan diri di kantor KPU setempat, yakni pasangan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Frangkay Donny Wongkar (FDW). “Kami telah melakukan sesuai dengan tahapan, namun jika sampai batas waktu yang ditetapkan hanya satu pasang yang mendaftarkan diri, sesuai aturan yang berlaku, pihak KPU harus memperpanjang lagi selama tiga hari,” jelas Ketua KPU Minsel DR Fanly Pangemanan, Selasa (28/7) kemarin.

Dia menambahkan, terhitung selama tiga hari sejak tanggal 26 hingga 28 Juli merupakan tahapan pertama pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Minsel. “Selama tiga hari ke depan tahapan akan jeda, kemudian akan dilanjutkan pada tanggal 1-3 Agustus mendatang. Selang tiga hari tersebut, jika tidak ada juga yang melakukan pendaftaran, sudah pasti untuk Pilbub Minsel akan ditunda pada bulan Februari 2017 mendatang dan akan masuk dalam kloter ke dua dalam penyelenggaraan pemilihan bupati,” tambahnya.

Sementara di Kabupaten Boltim lebih parah lagi. Hingga batas waktu pendaftaran usai, tak ada satupun calon yang datang mendaftar. Terpantau Media Sulut, sejak pukul 10.00 Wita, hingga ditutupnya pendaftaran pada pukul 16.00 Wita, situasi di KPU Boltim hanya diramaikan oleh sejumlah simpatisan para bakal calon (Balon).

Ketua KPU Boltim Awaluddin Umbola, saat dikonfirmasi membenarkan jika sejak hari pertama dibukanya pendaftaran, Minggu (26/7) lalu, hingga Selasa (28/7), belum ada satu pun balon bupati dan wakil bupati yang mendaftar.

Menurut dia, jika tidak ada yang mendaftar hingga hari terakhir, pihaknya akan melaksanakan rapat bersama untuk menentukan langkah selanjutnya, yang tentunya merujuk dalam aturan dari PKPU Nomor 12 tahun 2015.

“Namun pada intinya, kami akan berkoordinasi dengan KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), guna memberitahukan perihal akan diadakannya sosialisasi selama tiga hari, yang kemudian akan menambah perpanjangan waktu pendaftaran balon selama tiga hari,” terang Umbola.

Dirinya juga membenarkan bahwa, adanya aturan PKPU tentang melakukan sosialisasi kembali selama tiga hari jikalau tidak ada balon atau yang mendaftar hanya satu pasang saja.

“Sosialisasi selama tiga hari itu kemungkinan akan dimulai tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus. Kemudian kalau tidak berhalangan, akan dilanjutkan dengan penambahan waktu pendaftaran pada tanggal 2-4 Agustus,” paparnya.

“KPU Boltim akan memaksimalkan agar waktu yang diberikan kepada para balon benar-benar dipergunakan untuk esegera mendaftarakan diri. Agar, Pilkada di Boltim tidak ditunda pada tahun 2017 nanti,” tambahnya.

Disisi lain, pada hari terakhir kemarin, terlihat yang mendatangi sekertariat KPU hanya salah satu balon saja, yakni Sam Sachrul Mamonto (SSM). Tapi kedatangan Sachrul bukan untuk mendaftar, melainkan untuk menunaikan kewajibannya untuk mendaftarkan pasangan Sehan Salim Landjar (SSL) dan Rusdi Gumalangit. Pasalnya, Sachrul Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Boltim, harus menunjukan loyalitas dan tanggung jawabnya untuk mendaftarkan calon yang menngunakan kendaraan Papol yang dipimpinnya.

“Sebagai kader, saya legowo dengan keputusan partai. Dan sejak hari pertama dibuka pendaftaran balon di KPU, Minggu (26/7), saya sudah menunggu pasangan yang dijuluki SERIUS untuk didaftarkan,” kata Sachrul.

Dia berharap, pendaftaran bisa dilakukan pada hari ini (kemarin,red) agar tidak ada lagi ada kata penundaan pelaksanaan Pilkada di Boltim, hingga tahun 2017 mendatang. Dikatakannya, setelah mendaftarkan pasangan SERIUS, rencanya dia bersama Medy M Lensun (MML) akan mendaftar.

“Setelah mendaftarkan balon yang diusung PAN, saya akan kembali lagi untuk mendaftar bersama saudara Medy Lensun, melalui Partai Demokrasi  Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berkoalisi dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem),” tutupnya. (jandri moningka/ismail batalipu)



Sponsors

Sponsors