Makagansa Mundur, Beringin Jadi Pelarian ?


Manado, ME

Bursa persaingan menjadi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) kian meruncing. Teranyar Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Hironimus Rompas Makagansa undur diri dari peraduan.

Makagansa mengungkapkan, dirinya menghormati undangan yang diberikan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI P kepada dirinya untuk mengikuti seleksi sebagai Cawagub usungan sang banteng.

“Tetapi dalam perjalanan mengikuti FPT ada waktu sekira lebih dua sampai tiga hari, saya merenungkan langkah apa yang saya harus dilakukan. Apakah melanjutkan pencalonan atau sudahi. Tentunya keputusan ini membutuhkan pertimbangan yang komprehensif, sehingga saya mendengar masukan dari semua pihak termasuk masyarakat dan saya putuskan untuk disudahi,” tanda Makagansa.

Dengan mundurnya HR Makagansa dari peta persaingan sontak kini hanya tersisa 19 nama dalam daftar bakal calon yang akan menemani Olly Dondokambey dalam pemilihan gubernur dan Wakil gubernur 9 Desember nanti. Padahal sebelumnya nama Makagansa menjadi salah satu kandidat kuat untuk maju sebagai Cawagub, selain karena posisinya sebagai kader partai, namun juga sebagai perwakilan Nusa Utara.

Djouhari Kansil yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), sebelumnmya tidak masuk dalam hitungan DPD DPDI P Sulut. Hingga dikeluarkannya 19 nama undangan, Kansil tak termasuk. Gejolak di masyarakat pun timbul mempertanyakan metode penjaringan tim 7 yang dikepalai Steven Kandouw dalam memilih para undangan.

Melihat hal ini gerak cepat lansung diambil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI P dengan mengundang Kansil untuk langsung mendaftar di DPP, seolah mendapatkan apa yang di nanti Kansil pun langsung menuju ke Jakarta untuk mendaftar dan mengikuti Fit and Propher Test.

Tak disangka, bukannya mereda, gejolak di tengah pendukung sang Wakil Gubernur malah kian menggila karna mulai muncul anggapan bahwa PDI P hanya sekedar mengundang untuk meredakan keadaan dan membuat Kansil seolah-olah hanya "iko rame". Dukungan kepada Kansil untuk maju bersama PDI P pun merosot tajam.  

James Sumendap Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) dan Jantje Sajouw (Bupati Minahasa) menjadi dua kandidat terkuat saat ini untuk mendampingi Olly Dondokambey menukangi moncong putih dalam pergulatan menuju Sulut satu. Selain mampu memenangkan pemilihan kepala daerah di Daerah Pemilihannya masing-masing, kedua sosok ini juga adalah kader partai PDI P yang dianggap berjasa dan mempunyai kesamaan visi dengan Dondokambey.

Persaingan untuk menduduki kursi Sulut satu nampaknya kian memanas, setelah sebelumnya Olly Dondokambey seolah tak tersentuh oleh para pesaingnya sehingga para putra terbaik bumi nyiur berebut untuk jadi pendamping. Terbaru munculnya Jimmy Rimba Rogi dalam peta persaingan bersama beringin kuning dipastikan jadi pesaing tangguh. Selain karena statusnya sebagai Mantan Walikota Manado, Imba cs masih mempunyai basis masa militan yang tak bisa dibilang sedikit.

Kian menarik apabila melihat manuver Tim penjaringan DPD PDI P yang dengan percaya diri tinggi mengundang 19 nama putra terbaik Sulut untuk mendampingi Olly, tanpa tersadar kini bola panas tengah mengelinding menuju para undangan yang tidak terakomodir, kemungkinan menjadi pengembira dan barisan sakit hati akibat terlempar dari kandang sang banteng. Mungkinkah Beringin jadi tempat berteduh ? ( andrew rayen )



Sponsors

Sponsors