Foto: James Karinda. (Foto: Ist)
Karinda : Diknas Harus Antisipasi
SMAN 1 Manado Tak Mampu Tampung Ribuan Siswa
Manado, ME
Minat masyarakat terjadap SMA Negeri 1 Manado sangat tinggi. Terbukti, ribuan pelamar menyerbu salah satu sekolah unggulan di Sulut tersebut. Sayangnya, siswa yang akan diterima sangat terbatas. Sejumlah orang tua siswa pun mengaku khawatir. Jika anaknya tak diakomodir dan saat pengumuman sekolah-sekolah yang lain sudah tutup pendaftaran, entah akan kemana anak mereka. Apalagi tindakan antisipatif dinilai tak dilakukan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas).
Persoalan itu ikut mendapat tanggapan Komisi IV DPRD Sulut yang membidangi masalah pendidikan. Diknas Kota Manado dan Diknas Provinsi pun diwarning.
“Harusnya Diknas menyampaikan secara terbuka, sekolah-sekolah mana lagi yang masih ada peluang. Harus ada sekolah-sekolah yang terbuka. Kan ada jangka waktu untuk pengumuman. Ketika disampaikan banyak yang tidak masuk, ada waktu luang untuk mendaftar kembali di sekolah lain. Tapi itu harus diumumkan ke publik untuk membantu orang tua,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Sulut, James Karinda.
Diakuinya, persoalan tersebut telah disampaikan ke Diknas Provinsi Sulut untuk ditindaklanjuti. “Kita sudah sampaikan ke Diknas Provinsi, nanti mereka sampaikan ke Diknas Kota. Untuk antisipasi supaya anak-anak tetap ada sekolah. Kalau dia sekolah di swasta kan bayar mahal. Jadi sekolah-sekolah negeri yang kosong harus diisi,” terang Karinda.
“Karena tidak mungkin semua ditampung SMA Negeri 1. Nanti sekolah-sekolah lain tidak ada fungsi lagi. Jadi memang harus ada pemerataan. SMA Negeri 1 harus membatasi muridnya. Dia membuka terlalu lebar, nanti sekolah-sekolah lain tidak ada yang mendaftar,” terangnya.
Ditegaskan Karinda, nanti pihak Diknas Provinsi yang akan umumkan ke publik, sekolah-sekolah mana yang masih kosong agar anak-anak yang tidak tertampung di SMAN 1 Manado, bisa ditransfer ke sekolah-sekolah tersebut. (rikson karundeng)



































