Foto: Jems Tuuk.
Kadis Pariwisata Tak Mampu Terjemahkan ‘Gerak’ SHS
Manado, ME
Nada apresiasi terlontar dari personil DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Jems Tuuk. Gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS) jadi sasaran. Kemampuannya memicu gerak bandul dunia pariwisata Nyiur Melambai dinilai jempolan. Sayang, kreasi dan akselerasi SHS dalam mendobrak pintu-pintu ruang potensi pariwisata Sulut tak bisa diterjemahkan Kepala Dinas Pariwisata.
“Gubernur menjadi agen pariwisata yang baik bahkan brilian. Kegiatan-kegiatan internasional Gubernur yang seting. Harusnya ketika kegiatan-kegiatan itu masuk Sulut, Kepala Dinas Pariwisata tangkap itu. Ada peluang, selanjutnya mainkan strategi-strategi bagaimana caranya sehingga arus wisatawan yang masuk itu kontinyu. Ini kan tidak ada. Putus begitu saja,” kata Tuuk.
“Selanjutnya, wisatawan yang masuk itu yang nantinya jadi agen yang baik. Hanya Gubernur salah memilih kadis. Industri pariwisata tidak jadi. Itu terungkap waktu pembahasan LKPJ,” ungkapnya.
Politisi PDIP ini menilai, hal-hal kecil saja dalam mengelolah pariwisata tak mampu dilakukan Kadis Pariwisata Sulut.
“Kita pe teman-teman, keluarga banyak yang datang ke Sulut. Tidak ada satu orang pun yang mau kembali ke Sulut. Kenapa? Karena objek-objek wisata kita tidak terurus, kotor. Itu saja yang diurus Dinas Pariwisata, Kadis tidak mampu. Bukan mau bela Gubernur karena kasus ini. Bukit Kasih, Lokasi Fesbudaton dan lainnya, tidak terurus. Tabiar samua,” ketus Tuuk.
Menurutnya, 10.000 saja wisatawan yang masuk ke Sulut dalam sebulan, akan sangat berdampak besar bagi gerak ekonomi Sulut. “Ekonomi kerakyatan itu akan bergerak. Sayang Gubernur salah memilih Kadis,” kunci Tuuk. (rikson karundeng)



































