Liando: Meski Banyak Parpol Berkoalisi Belum Tentu Memenangi Pilkada


Amurang, ME

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus menjadi perhatian dimana beberapa Partai Politik (Parpol) siap berkoalisi.

Bergabungnya Parpol untuk berkoalisi menimbulkan asumsi. Semakin banyak Parpol yang berkoalisi maka calon yang diusung berpeluang akan menang dalam Pilkada.

Menurut Dosen FISIP Unsrat Ferry Liando saat ini justru koalisi antar Parpol sudah tidak signifikan berpengaruh pada perolehan suara.

"Meski banyak parpol yang berkoalisi belum tentu akan memenangi Pilkada," ujar Liando saat memberi keterangan kepada wartawan, Kamis (2/7).

Dia menilai, selama ini Parpol-parpol yang berkoalisi hanya aktif pada saat deklarasi tapi pasif pada saat mempengaruhi pemilih, karena setelah menerima uang dari calon, Parpol peserta koalisi langsung diam dan tidak beraktifitas apa-apa.

"Yang terjun ke lapangan mempengaruhi pemilih hanyalah tim sukses dari calon. Jadi jangan berkesimpulan bahwa semakin banyak parpol yang berkoalisi maka akan berpeluang untuk menang," ucapnya.

Dia menjelaskan, seharusnya koalisi dimanfaatkan untuk stabilitas pemerintahan daerah. Namun fakta dalam berbagai pengalaman terdahulu, gabungan antar parpol hanya bersifat administratif yaitu untuk memenuhi ketentuan syarat dukungan kursi atau suara.

"Jadi ketika koalisi sudah terbentuk, untuk mesin politik agak tumpul dalam Pilkada. Tidak serta merta suara Parpol ketika di gabung mempengaruhi. Justru koalisi yang paling efektif adalah koalisi antar etnik," jelasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors