Penatua Remaja Liningaan Bantah Berita Bahwa Korban Saat Itu Sedang Mabuk


Tondano, ME

Statement yang diucapkan oleh perekam video saat merekam proses evakuasi korban di pantai Kawis Sabtu (25/05) lalu, yang menyatakan bahwa para korban saat itu mungkin sedang mabuk, dibantah oleh Ketua Komisi Remaja (KPR) GMIM Sentrum Liningaan, Pnt. Higya Sambul. Kepada manado express, Higya mengaku sangat terkejut ketika ia mendengar ucapan dari orang yang merekam video tersebut kemudian secara gamblang mengatakan mereka dalam kondisi mabuk.
"Itu sama sekali tidak benar. Di pantai kami melakukan ibadah, dan tidak ada remaja yang menegak minuman keras." ujar Hygia menjelaskan.

Dia menjelaskan pula, para remaja tersebut adalah anak-anak yang baik dan sangat aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani di gereja.
"Mereka (Korban, red) sangat aktif dalam pelayanan gereja. Ada yang pemain di Band Rohani, ada yang sering di utus dalam perlombaan CCA, dan juga mereka semua termasuk dalam tim koor remaja gereja." jelasnya.

Untuk itu ia sangat berharap agar supaya warga, khususnya yang telah menonton video tersebut, agar tidak termakan dengan ucapan sang perekam video tersebut.
"Saya meminta kepada semua warga untuk tidak mempercayai kabar yang beredar melalui video yang mengatakan mereka miras lalu tewas tenggelam, karena hal tersebut sama sekali tidak benar." tambahnya.


Sebelumnya, memang sempat ada statement dalam video tersebut yang mengatakan bahwa kemungkinan para korban yang tenggelam tersebut sudah dalam keadaan mabuk. (Jeksen Kewas)



Sponsors

Sponsors