Foto: Maria H Pijoh.
MHP ‘Menyeberang’, Beringin Tomohon Tetap Kokoh
Tomohon, ME
Partai Golkar (PG) Tomohon digoyang kabar tak sedap. Aroma keretakan menerpa kubu partai berlambang Pohon Beringin ini. Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sederet politisi Golkar terindikasi mulai ‘lompat pagar’. Golkar Tomohon dalam bayang-bayang perpecahan.
Manuver politik yang dilakukan Maria Hernie Pijoh (MHP), sempat menggetarkan pentas politik Kota Bunga. Politisi Beringin yang saat ini duduk sebagai legislator Tomohon akhirnya mendaftarkan diri sebagai Calon Walikota (Cawali) di Koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat (GEDE). MHP sebutan akrabnya mendaftar sebagai Cawali Tomohon, Sabtu (27/6) di Tim Penjaringan Koalisi GEDE.
Sekretaris Tim Penjaringan Koalisi GEDE, Ir Jhon Mogot membenarkan hal tersebut, Kata dia, Maria Hernie Pijoh resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat Walikota saat memasuki injuri time sebelum pendaftaran ditutup. “Kami sudah menerima pendaftaran kandidat MHP Sabtu pekan lalu, selanjutnya akan ditindaklanjuti. Namun sesuai kesepakatan bersama antara koalisi GEDE maka beberapa hal ketentuan dan mekanisme kedua parpol wajib dipenuhi oleh MHP. Paling tidak sebagai gambaran yang bersangkutan harus mundur dari keanggotaan Partai Golkar dan mengantongi KTA (Kartu Tanda Anggota) partai apakah Demokrat atau Gerindra,” beber Mogot.
MHP melalui koordinator media center, Theodorus Tuerah juga membenarkan pendaftaran Pijoh di Koalisi GEDE. ”Iya beliau sudah mendaftar,” ungkap Tuerah singkat.
Langkah MHP tersebut, terindikasi menuai reaksi politik Partai Golkar Tomohon khususnya yang duduk di Fraksi PG DPRD Tomohon. Posisi MHP yang menjabat Bendahata Fraksi PG akhirnya digeser Ladys Turang.
“Itu bukan karena pendaftaran MHP di koalisi partai. Harus dipertegas, rolling merupakan program rutin fraksi. Maksudnya, mengapa Ladys yang menggantikan MHP, agar mempermudah kelancaran pengurusan keuangan di fraksi. Kan, Ladys juga bendahara DPD PG Tomohon,” beber Ketua Fraksi PG DPRD Tomohon, Piet HK Pungus, SPd, Senin malam.
“Jadi itu hanya merupakan kegiatan rutin fraksi dan dipastikan tidak ada hubungannya dengan sepak terjang beliau sebagai Cawali di luar Golkar,” aku Pungus.
Terpisah Ketua Harian PG Tomohon kubu Aburizal Bakrie, Jack Palar mengaku pencalonan MHP di Koalisi GEDE tidak mengurangi militansi kader Golkar untuk berjuang, berkomitmen dan memenangkan Jimmy Feidie Eman (JFE) dan pasangannya Sherly Adelin Sompotan (SAS).”Harus dipahami bahwa kondisi ini terjadi sebab kendaraan kita (Golkar, red) sedang bermasalah. Tentu saja jika masalah tuntas, tetap Partai Golkar akan digunakan,” koar Palar.
Apalagi, jelas mantan legislator Minahasa, keputusan bulat partai mendukung JFE mencuat dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PG Tomohon bahkan diajang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta.”Disitu ditegaskan bahwa kader Golkar (kubu ARB) wajib mendukung pasangan JFE-SAS meski melalui jalur independen. Itu amanah Pak Ketum ARB,” kuncinya.
Ketua DPD PG Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE Ak menanggapi santai situasi politik tersebut. Ia mengatakan, proses pencalonan MHP merupakan dinamika politik. Kata dia, setiap warga diberikan kesempatan untuk mencalonkan dan dicalonkan.” Itulah dinamika. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Sebab, semua punya hak. Dengan begitu, Pilkada Tomohon akan semakin seru,” kunci Eman.(victor rempas)



































