Foto: Vivi George.
Komisioner KPU Sulut Bantah Tinggalkan Kantor
Manado, ME
Teguran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut dimana teguran yakni jangan pernah komisioner KPU mengkosongkan kantor KPU Sulut, dibantah Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Keuangan dan Logistik, Vivi George.
“Komisioner KPU sudah mengetahui hal itu dan jika ada yang berangkat tidak semuanya berangkat, tapi ada yang tinggal di kantor KPU,” tegas George.
Menurut dia, kegiatan yang dilakukan komisioner pekan lalu adalah kegiatan per-divisi diluar daerah dan komisioner ada yang tinggal di kantor KPU Sulut, jadi jika ada yang bilang KPU Sulut kosong dari komisioner itu tidak benar.
“Saya sendiri pekan lalu berada di kantor, nanti menunggu komisioner lain yang pulang baru saya berangkat,” terang dia.
Dia menegaskan bahwa tidak benar jika komisioner meninggalkan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 ini, ini sudah menjadi antisipasi komisioner sebelum dimulainya tahapan bahwa harus ada komisioner di kantor KPU menjelang tahapan.
"Sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada DPRD Sulut atas teguran yang diberikan, sudah pasti KPU akan mengawal semua tahapan demi suksesnya pilkada serentak nanti, tapi jika ada undangan dari Komisioner bahwa seluruh harus mengikuti kegiatan di Jakarta, jadi langkah kami akan mengikuti undangan tersebut,” ujarnya.
Pengamat politik dan pemerintahan Fery Mandang mengatakan, hal ini jangan hanya berlaku di KPU Sulut tapi juga harus berlaku di seluruh KPU se-Sulut, bahaya jika di kantor tidak ada komisioner yang stand by apalagi ini mengenai tahapan pilkada.
“Jika seluruh komisioner KPU di undang ke KPU RI untuk melaksanakan tugas maka komisioner harus menunjuk siapa pelaksana tugas (plt) jika ada yang akan berkonsultasi mengenai tahapan pilakda,” usulnya.
Sementara itu, komisioner KPU Tomohon Robby Goliot mengatakan, kalau KPU Tomohon sudah menerapkan hal tersebut sejak tahapan pemilihan calon legislatif (pilcaleg) dan pemilihan presiden (pilpres) waktu lalu, jadi tidak ada komisioner yang berangkat semuanya, tetap dan harus ada satu komisioner yang berada di kantor KPU Tomohon.
“Apalagi di pilkada serentak saat ini memang harus ada komisioner di kantor, mengingat hal-hal yang penting pada tahapan jika ada yang akan berkonsultasi dan lainnya,” pungkasnya.(joyke watania)



































