Jagoan Parpol 'Ancam' Incumbent


Tomohon, ME

Tensi politik Kota Bunga, kian meninggi.  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak jadi pemicu. Berbagai strategi ditebar partai politik ‘menjegal’ langkah incumbent Jimmy Feidie Eman (JFE) yang terlebih dahulu menyatakan sikap mengendarai jalur perseorangan untuk tampil di Pilkada serentak, 9 Desember mendatang.

Di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), terpanas koalisi Drs Johny Runtuwene dan Dra Vonny Paat dikabarkan menjadi ‘amunisi’ baru yang dipersiapkan menghalangi laju pasangan Jimmy Eman-Sherly Adelin Sompotan (EMAS). Untuk memaksimalkan ‘pertempuran’, kolaborasi birokrat dan politisi ini telah diundang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Jakarta.

”Ini sebuah manuver politik yang baik. Ada berbagai strategi pemenangan yang pasti didapat disana untuk diterapkan di Tomohon,” jelas Rolly Toreh, pengamat politik dan hukum Kota Bunga.

Meski begitu, ‘restu’ yang diberikan kepada Runtuwene dan Paat dinilai telah ‘mencederai’ harapan sejumlah kader Banteng Moncong Putih yang menjagokan Ketua DPC PDI-P Tomohon, Caroll Senduk untuk bertarung di Pilkada. Kabar yang berhembus kencang, ada kader PDI-P yang merasa kecewa dengan tidak diakomodirnya Caroll Senduk.

“Tapi itu belum final, sebab SK belum resmi diberikan. Apalagi Ibu Vonny Paat juga merupakan kader PDI-P terbaik. Buktinya pernah menjabat ketua DPRD Tomohon dan mulus melenggang di Gedung Cengkeh Sulut,” tandas Rolly.

Di sisi lain, koalisi Partai Demokrat dan Partai Gerindra cukup memberikan ancaman bagi kandidat lainnya. Dua figur yang mendaftar sebagai Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota di Tim Penjaringan Koalisi Partai Demokrat dan Gerindra, merupakan figur populis. Linneke Syenny Watoelangkow (LSW) dan Ferdinand Mono Turang (FMT) merupakan politisi ulung milik Tomohon.

”Ibu LSW berpengalaman sebagai Wakil Walikota dan Ketua Demokrat Sulut. Sementara FMT merupakan politisi terbaik yang mampu menghentar Partai Gerindra meraih tiga kursi di DPRD Tomohon. Itu luar biasa,” terang Toreh.

“Jika benar Partai Golkar tidak akan mengusung calon sesuai dengan rekomendasi DPP, hanya tiga pasangan ini nyang berpeluang maju. Persaingan menjadi sangat ketat, sebab ketiga pasangan ini memiliki kekuatan cukup berimbang,” papar Rolly.

Incumbent, Jimmy Feidie Eman (JFE) saat dikonfirmasi menyangkut kondisi politik saat ini, terkesan merendah. Tampilnya sederet politisi dan birokrat potensial Tomohon di Pilkada, menurut dia, membuktikan demokrasi di Kota Bunga berjalan baik.”Ini demokrasi jadi siapapun berhak mencalonkan. Tinggal rakyat yang menentukan,” ujar Eman.(victor rempas)



Sponsors

Sponsors