2015, Rp 3,1 M Disediakan Untuk Mahasiswa Pascasarjana


Manado, ME

Perhatian pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terhadap mahasiswa yang melakukan studi lanjut kembali diseriusi dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Lima tahunan atau akhir masa jabatan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan Wakil Gubernur Djouhari Kansil, di DPRD Sulut. Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut, Billy Lombok, mendorong agar ada peningkatan pemberian bantuan beasiswa bagi anak daerah Sulut yang melanjutkan studi S2 dan S3.

“Mahasiswa kita yang melakukan studi lanjut harus lebih diperhatikan. Agar ke depan kita bisa semakin menghasilkan magister dan doktor yang bisa ikut mendorong kemajuan pendidikan dan pembangunan di daerah Sulut,” tandas Lombok.

Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Pemprov Sulut, melalui Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut, Asiano Gammy Kawatu. Ia menegaskan, peran para wakil rakyat di Gedung Cengkeh juga sangat penting untuk mendorong penambahan anggaran yang dikhususkan bagi para mahasiswa studi lanjut, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“4 tahun terakhir, 2011-2014, sudah terealisasi untuk S2 ada 800 orang yang dibantu. S3 ada 300 orang yang dibantu. Itu meliputi anak-anak kita yang ada di dalam dan di luar negeri. Kemudian dari data yang ada, 60-70 persen rata-rata mereka sudah menyelesiakan S2 dan S3,” ungkap Kawatu akhir pekan lalu.

Tahun 2015, Pemprov telah mengalokasikan dana sebesar Rp 3,1 miliar untuk membantu mahasiswa S2 dan S3.

“Akumulasi dana untuk 4 tahun yang terakhir ada 11,9 miliar rupiah yang disiapkan. Tahun ini juga ada 3,1 miliar rupiah untuk S2 dan S3. Pengajuan ada yang tahun lalu baru diselesaikan sekarang,” paparnya.

Tahun 2016, menurut Kawatu Pemprov juga sangat berkeinginan untuk menaikkan anggaran bantuan pendidikan bagi para mahasiswa studi lanjut.
“Kisaran tahun ini,  22,5 juta rupiah untuk S3 dan 12,5 juta rupiah untuk S2. Untuk tahun 2016, kita berharap meningkat. Karena daerah lain ada yang 50 sampai 100 juta rupiah,” jelasnya.

Kawatu memastikan,  semua penerima bantuan merupakan mahasiswa yang hendak menyelesaikan proses studi lanjutnya.

“Persyaratan untuk calon penerima, salah satu yaitu memasukkan proposal penelitian yang sudah diketahui Ketua Jurusan atau dosen pembimbing. Sehinggga hanya mereka yang betul-betul akan menyelesaikan studi yang akan dibantu,” terangnya. (joyke watania)



Sponsors

Sponsors