SHS Gaet China Investasi di Sulut
HAJATAN Asia Media Summit (AMS) 2013, yang dipusatkan di Manado, kembali membawa berkah bagi Sulawesi Utara. Peluang investasi lagi-lagi tersingkap lebar. Cina yang menjadi salah satu peserta kegiatan bertaraf internasional itu, kembali menyatakan kesiapannya untuk berbisnis di Bumi Nyiur Melambai. Komitmen negeri tirai bambu untuk menanamkan modal di Sulut , tak lepas dari peran Gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Mantan Irjen Depdagri itu, mampu meyakinkan raksasa ekonomi Asia tersebut untuk berinvestasi di Sulut.
Geliat positif bagi perekonomian Sulut itu terkuak dalam pertemuan resmi SHS dengan Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jian Chao di rumah dinas Gubernur Sulut, Selasa (28/5) kemarin. Tanpa sungkan, Gubernur Sulut dua periode itu mengajak Chao untuk menanamkan investasi. “We need investor (Kita butuh penyandang dana,red) ,’’ujar Sarundajang sambil memaparkan berbagai potensi dan keunggulan serta kemudahan untuk berinvestasi di Sulut.
Bak gayung bersambut, Chao merespon positif. Perwakilan negeri China itu malah siap berinvestasi di Sulut dalam tiga sektor. Masing masing infrastruktur, pertanian/perikanan, dan pariwisata. ‘’Selama ini saya hanya mendengar tentang Sulut dari cerita orang lain, tapi setelah hari ini datang langsung ke Sulut, saya dapat katakan bahwa daerah ini punya potensi yang luar biasa, dan China siap untuk berinvestasi,’’ ujar Chao dengan penuh semangat.
Kerja sama pertama yang akan diseriusi pemerintah China yakni pada bidang infrastruktur khususnya pembangunan jalan tol, rel kereta api Manado-Minut-Bitung serta pelabuhan Bitung. Wujud keseriusian itu akan ditindak-lanjuti Chou dan romobongan, dengan melakukan peninjauan ke Bitung usai menghadiri pertemuan AMS, 29 hingga 31 Mei. “Peninjauan itu nantinya akan ditindaklanjuti secara formal administrasi. Kami akan mengundang Pak Gubernur untuk berkunjung ke China dan melakukan beberapa penandatanganan kerjasama,’’ katanya.
Khusus sektor Perikanan, China tergiur dengan potensi ikan laut, terutama ikan purba Coelecanth di laut Sulut. ‘’Ikan ini termasuk ikan purba yang sudah lama dianggap punah tapi ternyata masih hidup dan ditemukan di laut Sulut. Ini sungguh luar biasa hebat,’’ terang Chao.
Sementara di bidang Pariwisata, China mengaku tertarik dengan agenda budaya Tapikong yang dikembangkan di Manado. Maklum tradisi dari budaya Cina itu telah kalender tahunan wisata di Sulut. “Ini membuktikan masyarakat Sulut sangat bersahabat dengan budaya China. Saya sangat salut. Dan ini akan kita tindak-lanjuti dalam bentuk kerja-sama disektor Pariwisata,” tandasnya seraya meyakini kerjasama investasi antara Sulut dan China akan berjalan lancer, sebab dilihat dari aspek jalur transportasi udara, jarak China-Sulut yang hanya menempuh sekitart 3 jam. Begitu juga dengan jalur laut yang sangat strategis. (msg)
Foto: Gubernur Sinyo Harry Sarundajang. (ist)



































