Pembukaan AMS ke 10


Manado, ME

Pelaksanaan acara yang bertaraf internasional, kembali digelar di Sulawesi Utara. Kali ini, perayaan 10th Asia Media Summit, dilaksanakan di bumi Nyiur Melambai ini, yang berlangsung di Grand Kawanua International Center (GKIC) Novotel, yang dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ir. Tifatul Sembiring.

Pada sambutan pembukaan, Menkominfo mengatakan bahwa pelaksanaan perayaan AMS yang ke 10 ini, memiliki berbagai tujuan utama yang harus dipahami dan dilaksanakan terutama dalam bidang Broadcasting, sesuai dengan tema yang diangkat yaitu 'Delivering on Broadcasting's Future'.

"Ada beberapa tujuan dilaksanakan perayaan AMS ke 10 ini, yaitu untuk mempersiapkan seorang jurnalis untuk beradaptasi dengan teknology digital, untuk menghadapi apa yang diinginkan oleh para audiens dan juga membuat strategi baru," ujar Sembiring.

Tifatul mengatakan bahwa selain tujuan tadi, Media diharapkan dapat lebih Kreatif, interest dan bervariasi dalam pemberitaan. "Tentunya kita berusaha memberikan pendidikan bagi audiens dan lebih untuk kepentingan umum, serta mampu memberi solusi bagi persoalan warga. Jangan media memanas-manasi apabila ada konflik, walaupun kebebasan pers di Indonesia sangat bebas di bandingkan dengan negara lain contohnya AS, dimana Presiden-nya memiliki undang-undang boleh menutup informasi," terangnya.

Selain itu, Sembiring mengatakan media lokal agar dapat memberikan partisipasinya dalam pembangunan daerah, dengan menguatkan berita-berita lokal. "Media lokal harus lebih menguatkan berita-berita yang ada di daerah, sebagai sumbangsi bagi pembangunan daerah," ujarnya kepada para wartawan lokal ketika dimintai keterangan.

Dalam acara tersebut, ada pernyataan yang cukup menarik dilontarkan oleh Prof. Hubert Gijzen, dari UNESCO dimana dalam 10 tahun terakhir, UNESCO mencatat 600 Jurnalis menjadi korban tewas. "Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sekitar 600 orang jurnalis tewas dengan berbagai latar belakang penyebabnya, sedangkan untuk tahun 2012 saja, sekitar 121 kasus yang terjadi, namun hanya sedikit yang bisa diselesaikan " ujar Hubert.

Hubert menegaskan, UNESCO tetap berupaya untuk mengangkat bendera kemerdekaan untuk keselamatan para Jurnalis. "UNESCO tetap pada tujuan utamanya, yaitu melawan kekerasan dengan mengangkat bendera kebebasan dan keselamatan para jurnalis," tegasnya. (Kenny Tulangow)



Sponsors

Sponsors