Foto: Herson Mayulu.
Koalisi Harapan Siapkan Jagoan ‘Lawan’ Mayulu
Bolaang Uki, ME
Suhu politik di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kian meninggi. Aroma pertarungan besar di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015, menyembul.
Teranyar, langkah mulus kandidat jebolan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk melaju di Pilkada 9 Desember 2015, terusik. Jargon PDI-P, Herson Mayulu ‘terancam’ dengan niat pengusungan kandidat kepala daerah besutan Koalisi Harapan. Sejumlah manuver politik telah ditebar koalisi yang terdiri dari Partai Hanura, PAN dan PPP. Termasuk menggaet partai lain di luar koalisi.
Melongok peta politik daerah ini, PDI-P sebenarnya menjadi satu-satunya partai politik yang paling siap dengan jagoannya. Syarat minimal 20 persen raihan kursi di DPRD, diklaim. Sayangnya, langkah mulus ini dinilai akan terganggu jika Koalisi Harapan mengajukan calon.
Ketua DPD II Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Riston Mokoagow mengakui jika pembicaraan menyangkut strategi politik di kubu Koalisi Harapan, sementara bergulir.
"Partai koalisi kita sedang diskusikan," jelas Mokoagow.
Hal senada dikatakan Ketua DPD II Partai Amanah Rakyat (PAN), Ajas Yasin. Di internal partainya, sedang dilakukan survey Calon Bupati (Cabup). Hasilnya akan ditentukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Kita memang di daerah sedang melakukan proses politik, nanti lihat saja," terang Ajas.
Menariknya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang tak masuk dalam gerbong Koalisi Harapan dan PDI-P, juga dilibatkan dalam pembicaraan menentukan Cabup dan Cawabup. Ketua DPC Partai Gerindra James Lontoh, tak menampik hal itu.”Pembicarannya memang belum final masih akan dilanjutkan lagi, nantinya bisa menghasilkan kesepakatan," aku Lontoh serius. Padahal, partai besutan Prabowo Subianto tergabung dalam Fraksi Gerakan Golkar.
Praktis, partai yang masih belum jelas apakah akan mengusung calon atau tidak yakni Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar (PG). Keduanya, tak bisa mengusung sendiri-sendiri karena syarat dukungan minimal 20 persen kursi di DPRD tak bisa dipenuhi. Untuk diketahui kedua partai ini masing-masing mendapatkan tiga kursi. Jalan satu-satunya adalah koalisi.(eskolano)



































