Foto: Sehan Landjar.
Sehan Landjar Lengser
Tutuyan, ME
Asa Sehan Landjar (SL) terganjal. Manuver incumbent yang kental dengan sebutan calon kepala daerah dengan 'seribu partai' untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, terancam kandas. ‘Mahar’ politik diduga jadi pemicu tumbangnya SL dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Incumben populis dari Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kini harus tereliminasi dari bursa dukungan Bakal Calon (Balon) Partai Hanura karena dinilai 'tidak sepaham' dengan adanya ‘ketentuan’ partai terkait permintaan setoran sebesar Rp1,1 Miliar. Padahal, Landjar dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hanura Boltim, belum lama ini sudah menjadi calon tunggal prioritas partai tersebut.
Ketua DPC Partai Hanura Boltim, Idham Mokodompit pun menyesalkan keputusan yang diambil petingi-petinggi di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Idham menilai hal tersebut menyudutkan Bakal Calon (Balon) yang sudah ada (Sehan Landjar, red).
“Rp 1,1 M itu mulai dari biaya pendaftaran Rp50 juta hingga biaya pendukung tiga fraksi partai Hanura yang ada di DPRD Boltim sebesar Rp 350 juta perkursinya,” kesal Idham kepada sejumlah wartawan, belum lama.
Selain itu, permintaan setoran dari DPD menurutnya telah bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 perubahan UU Nomor 1 tahun 2015 tentang Perppu Nomor 1 tahun 2014 tentang Pilkada Gubernur, Bupati/Walikota. “Makanya saya sangat menyayangkan sikap DPD itu setelah sebelumnya sudah memutuskan jadi calon tunggal namun belakangannya ternyata minta uang hingga miliaran rupiah. Ini jelas namanya bukan membesarkan partai,” tegasnya.
Dia menyebut DPC Hanura Boltim telah mengeluarkan maklumat untuk menolak keras cara-cara yang tidak benar dilakukan DPD Hanura Sulut terkait permintaan setoran uang kepada calon yang akan diusung.“Sekali lagi saya menyesalkan keputusan DPD dengan tindakan tersebut. Sementara partai lain saja tidak meminta uang seperpun kepada calon bahkan sebaliknya justru membantu dana kepada Balon. Saya menyimpulkan bahwa Hanura gagal mengusung Sehan Landjar sebagai Balon Pilkada 2015 ini dari Partai Hanura,” bebernya.
Untuk diketahui petahana Sehan Landjar selain telah mengembalikan formulir pendaftaran ke partai Hanura, juga sudah mengembalikan formulir pendaftaran pencalonannya sebagai Bupati Boltim ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Boltim.(ismail batalipu)



































